Mockingjay

by - Wednesday, July 24, 2013




Mockingjay
Suzanne Collins
Gramedia Pustaka Utama, 432 hal
Pameran Buku Kompas-Gramedia

Jalan cerita:

Kisah petualangan seorang gadis yang lolos dari permainan Hunger Games dan Quarter Quell. Dalam buku trilogi Hunger Games baik yang pertama maupun kedua, kisahnya seakan menjanjikan dan seru sekali seakan-akan kita tak sabar menginginkan puncaknya di buku ketiga. Katniss Everdeen akhirnya terlibat dan mengajukan diri sebagai seorang mockingjay setelah diloloskan dari Quarter Quell oleh kaum pemberontak yang berasal dari Distrik Tiga Belas.

Ditemani selalu oleh sahabatnya Gale, Katniss menjalani hari-harinya berlatih di wilayah bawah tanah di distrik tersebut. Segala hal yang buruk seperti korban ledakan bom, rumah sakit yang hancur, warga Tiga Belas yang aneh dan diwakili oleh tokoh Betee, atau pun Plutarch,  menjadikan Katniss matang sekaligus rapuh apalagi setelah menyaksikan dan mengalami sendiri ia dicekik oleh Peeta, rekannya dalam Hunger Games.Berbekal dengan kemampuan berlatih diri dan kemahiran memanah, Katniss memiliki tekad yang kian kuat untuk membunuh Snow. Dan keinginan itu terpupuk hingga beberapa rekan mengikutinya ke Capitol.

Saat di Capitol, satu persatu rekannya tewas mengenaskan, sempat membuat goyah pikirannya namun tekad yang kuat mengalahkan segalanya. Katniss, Gale, Peeta beserta yang lainnya berhasil berada sesaat di sebuah ruang bawah tanah di Capitol hingga menunggu tibanya waktu untuk memasuki istana kepresidenan dan menemukan Snow.


Namun dalam upayanya itu Katniss terjebak dalam arus pengungsi yang sangat besar dan tercerai berai menyelamatkan diri dari kapsul yang meledak. Dengan bantuan Tigris yang seorang penata gaya, Katniss, Gale, Peeta, Cressida, Pollux berjuang melawan derasnya bom yang meledak di tengah kota. Di sinilah semua inti cerita berpusar. Katniss menyaksikan Gale tertangkap oleh Penjaga Perdamaian, Melihat tubuh adiknya Prim turut meledak dan kehampaan hati usai para pemberontak berhasil menguasai istana dan menangkap presiden Snow.


Ulasan  cerita:


Membaca novel remaja yang satu ini jangan pernah dibandingkan dengan novel Harry Potter. Sudah pasti kalah dan tak terlalu menyentak pikiran menurut saya. Mungkin karena saya membacanya hanya didorong oleh rasa ingin tahu saja sehingga saya jadi tak terlalu merasa kisahnya melekat sekali di otak. Kisah perjuangan seorang gadis remaja yang memiliki hasrat tertinggi yakni membunuh presiden tentulah suatu ide yang baru sekali dalam kisah fiksi. Kalau dalam dua buku sebelumnya seakan-akan kisahnya sangat bagus dan begitu keren, maka dalam trilogi yang ketiga ini saya merasa tak menemukan apa yang diharapkan atau mungkin ekspektasi saya yang terlalu jauh dan akhirnya memang meleset. Bisa dibilang kisah penutupnya antiklimaks. 

Dalam buku ini saya hanya menemukan perasaan dan benak Katniss yang putus asa, bimbang, galau dan mengalami tekanan akibat dicap sebagai sosok pemberontak. kekalutan itu terus menyertai  karena Peeta yang diharapkannya hadir ternyata bersikap aneh dan jahat. Irama emosi ini sebenarnya menarik namun saya merasa pengarang terlalu berlama-lama dengan kondisi seperti itu. Bagi saya, novel ini terasa biasa dan hambar. Semakin mendekati akhir cerita sosok Katniss digambarkan terus goyah dan rapuh akibat berbagai peristiwa yang menyertainya. Mungkin pengarang ingin menjelaskan secara luar dalam bagaimana seorang remaja putri dihadapkan dalam situasi yang berat tanpa ada orang dewasa yang bersikap bijak. Ia hanya bisa berkomunikasi pada Haymich yang peminum dan Gale sahabatnya saja, selain mereka, Katniss tak bisa mempercayai yang lainnya.
Ini mencerminkan bahwa dirinya sangat kesepian setelah keglamoran merajainya. Hal apapun seakan berubah menjadi terbalik. Yang tadinya dielu-elukan kini menjadi orang yang diburu hanya karena menjadi mockingjay. Yang awalnya berlimpah kemewahan sekarang harus menjalani berbagai latihan.

Satu-satunya kejutan di buku ini menurut saya adalah saat Katniss diminta membidikkan panahnya ke arah Snow lalu tiba-tiba ia melesatkan anak panahnya justru ke arah Coin, si presiden baru. 

Selebihnya hanya berisi cerita Katniss yang terpuruk dan tertekan meski akhirnya ia mampu bangkit dan bahagia hidup bersama dengan pasangannya di Hunger Games, Peeta.





You May Also Like

0 komentar