Romantic Cooking

by - Saturday, December 28, 2013


Romantic Cooking
Dyah Ayu
Bentang Belia-Bentang Pustaka, 127 hal
Hadiah sisipan Buku Hotelicious yang cacat


Jalan cerita:

Kisahnya sederhana sekali tentang seorang putri juru masak yang bertekad untuk mampu memasak menyamai kepandaian ibunya Hyun Ki Ye, bahkan melebihinya bila perlu. Kim Tae Yeon sudah lama ingin sekali pintar memasak hidangan Korea yang selalu disuguhkan ibunya pada setiap acara-acara keluarga Ok Taecyeon. Ia iri melihat bagaimana masakan ibunya selalu dipuji-puji oleh keluarga Taecyeon terlebih lagi hidangannya selalu dinanti-nanti oleh keluarga besar Taecyeon. Berbekal tekad yang kuat untuk memasak hidangan yang lezat, Tae Yeon masuk sekolah masak  jurusan Culinary Arts Dongsu University yang berlokasi di tengah kota Seoul. 

Di sana ia bersahabat dengan Ji Yong dan Park Gyuri keduanya berasal dari latar belakang keluarga berada. Gyuri adalah anak seorang pemilik restoran yang terkenal Shinsa Dong sementara Ji Yong adalah putra dari perusahaan Bae Yong Group.


Seiring berjalannya waktu berbagai konfik dan permasalahan kian menempanya untuk menjadi sosok wanita yang mandiri dan kuat. Persahabatannya yang kandas karena salah satu dari sahabatnya ada yang saling jatuh cinta, dipecatnya Tae Yeon dari magang di restoran terkenal milik sahabatnya serta pencarian restoran dan tempat magang sebagai syarat ujian akhirnya membuatnya tabah dalam menghadapi berbagai cobaan.

Hingga akhirnya ia terdampar di sebuah restoran sederhana dan pemiliknya bersedia menerimanya sebagai siswa magang. Di sanalah pula ia menemukan cinta sejatinya, pangeran yang telah sekian lama mencari-cari dan merindukannya.


Ulasan:

Ini sebenarnya buku hadiah yang disisipkan saat menerima kiriman Hotelicious, meskipun novel ini ditujukan untuk remaja namun nafas yang dibawakan adalah tentang kuliner yang sifatnya universal. Saya baru kenal nama penulisnya dan memperhatikan alur serta gaya bahasanya, terlihat penulisnya sudah sangat lincah bermain kata dan kalimat. Awalnya saya merasa skeptis dengan buku bertema remaja karena menganggap remaja adalah jiwa yang ceria tak pernah sedih, hura-hura dan tak bisa lepas dari dunia khas remaja. Namun membaca buku ini saya terkejut sendiri karena tema yang diangkat adalah kuliner....Korea! Sesuatu yang asing dan istimewa sekali karena kuliner nusantara saja jarang dijadikan ocehan, lha ini kenapa bulgogi, kimchi, jeonbokjuk dan sebangsanya bermunculan secara fasih? Apakah kuliner Indonesia sudah tak menarik lagi?

Ini tak lepas dari demam K-pop dan juga turunannya (drama). Apalagi saya sebagai pembaca yang  awam dengan nama orang Korea, dipaksa untuk mengingat tokoh-tokoh seperti Tae Yeon dan Tacyeon. Hampir sama kan? Angkat topi untuk pengarangnya yang telah melakukan riset nama-nama makanan Korea beserta apapun yang berbau Korea.

 Sebagai bacaan ringan (saya membacanya hanya sehari) ceritanya meski sederhana namun memikat dan tak perlu ada plot yang memusingkan karena toh di pertengahan cerita kita sudah bisa menebak akhirnya. Bahkan terlalu klise menurut saya. Hanya satu yang kurang, tak ada leluconnya. 

Jadi, mari kita memasak yukgaejang (sup daging sapi pedas), seolleongtang (sup kaldu tulang sapi), sundubu jjigae (sup tahu pedas) ditemani minumannya, sikhye (minuman terbuat dari nasi yang difermentasi dengan tepung ragi)

You May Also Like

0 komentar