Sepuluh Sampul Buku Terbaik 2013

by - Tuesday, December 31, 2013




Tahun ini saya ingin melakukan semacam pemilihan sampul buku sesuai selera saya pribadi. Buku yang sampulnya menurut saya oke dan paling menarik perhatian ini tentu saja sangat subyektif  sifatnya; hanya menurut penglihatan saya dan sudah tentu bukunya pernah saya baca. Ini sekadar untuk  bersenang-senang saja. 


Ada pepatah mengatakan 'Don't judge the book by its cover'. Menurut saya tepat sekali karena menilai isi buku tak mesti melalui sampul atau kulitnya saja namun juga kualitas yang lain seperti pengarangnya, pamornya, penerbitnya, bahkan resensinya. Namun tak bisa dipungkiri sampul buku juga sangat memegang peranan penting dalam menarik perhatian pembeli. Tanpa sampul buku yang indah niscaya tak ada jejak buku yang mungkin menancap di benak pembaca.

Baiklah, ini dia 10 sampul buku yang menarik sesuai selera saya.


Gadis Kretek

1. Gadis Kretek, saya suka dengan wajah wanitanya yang Indonesia sekali.


2.The Tavern of Maple Street, suka dengan warnanya yang mendominasi seluruh sampul





3.The Tokyo Zodiac Murder, suka dengan warna yang putih dengan desain gambar minimalis

Pulang

4.Pulang, Tangan yang terkepal itu seakan menceritakan sejarah, namun ternyata tak hanya itu

Supernova: Partikel (Supernova, #4)

5.Partikel, warna hitamnya mengandung misteri dan sangat menyesatkan

The Casual Vacancy

6.Casual Vacancy, sebenarnya ini eye-catching, tapi saya merasa bentuk font judulnya kurang elegan

Lalita

7.Lalita, jarang ada sampul buku yang menampilkan hasil lukisan pengarangnya


8.Kitchen, sampulnya sederhana dan warnanya lagi-lagi putih, mengapa novel Jepang  selalu sederhana dan berwarna putih? Kebetulankah?


9.The Rosetti Letter, penampakkannya sangat jelas berupa wanita yang sedang memegang laptop, namun warnanya unik untuk sebuah novel sejarah


10, The Almond Tree, sampulnya kurang menarik perhatian namun setelah membaca kisahnya maka semburat gambar yang tertera di sampul telah menjawab semua isi novel itu

Sepertinya saya cenderung memperhatikan unsur warna juga dalam memilih sebuah buku. Kadang penilaian dan feeling saat membeli buku berloncatan  untuk menang. Namun, terbukti warna sangat tertanam dalam pikiran dibanding elemen lainnya.







You May Also Like

0 komentar