Inferno

by - Senin, Januari 06, 2014



Inferno
Dan Brown 
Bentang Pustaka, 640 hal
Pameran buku Indo Book Fair-Istora Senayan


Jalan cerita:

Langdon tiba-tiba diketemukan siuman di sebuah rumah sakit di kota Florence. Ia ditolong oleh seorang dokter wanita bernama Sienna Brooks. Dalam keadaan amnesia dan tengah dirawat, terdengar bunyi tembakan yang dimuntahkan seorang wanita kekar dan menewaskan dokter lain. Sienna segera memutuskan untuk menyelamatkan Langdon ke apartemennya. Berawal dari pencarian jejak dirinya via internet tanpa sadar simbolog ini telah memancing sekelompok orang untuk memburunya karena IP addressnya dapat terlacak oleh pihak WHO yang tengah berusaha menjalankan misi memusnahkan apa yang disebut dengan wabah hitam.

Persoalan makin melebar karena keterlibatan pihak WHO yang dipimpin oleh Elizabeth Sinskey dan tim SRS yang diketuai agen Bruder. Mereka turut memberi andil dalam upaya menyelamatkan dunia.  Langdon yang didera amnesia tak tahu bahwa petualangannya dalam memecahkan kode puisi rumit milik Dante bersama gadis misterius berkepala plontos bernama Sienna ini telah menggiringnya ke jurang permasalahan yang kian serius bahkan tak pernah menyadari teman seperjalanannya adalah pengkhianat sebelum akhirnya Provos, sosok pemilik penyedia ilusi itu membuka kedok siapa sebenarnya Sienna ini. Wanita yang tak lain adalah kekasih Bertrandt Zobrist. 

Zobristlah si pencipta ulung terjadinya wabah hitam di seluruh dunia. 





Ulasan:


Membaca buku yang menjadi winner Goodreads Choice 2013 merupakan 'sesuatu' banget karena di sinilah Dan Brown menunjukkan kepiawaian dalam menyodorkan tema yang unik dan orisinil. Mengurangi populasi manusia dunia dengan menyebarkan semacam wabah adalah ide sinting. Dan cara mengatasinya merupakan bagian dari khayalan kita semua dengan mengikuti serangkaian kunjungan Langdon ke berbagai tempat entah museum, istana, basilika,  bahkan masjid antar negara guna memecahkan kode puisi rumit milik Dante. Yang menarik dari novel ini tak hanya dari segi temanya namun juga kemampuan pengarang mengangkat seluk beluk kode puisi yang ditanamkan bahkan diselewengkan melalui tokoh Bertrand Zobrist. 

Bagi yang tak pernah tahu isi puisi Dante pastilah akan merasa takjub sendiri karena sebenarnya puisinya indah dan berima. Ajaibnya di tangan Dan Brown puisi yang diselewengkan itu menjadi kian menarik dan membuat penasaran. Mungkin karena tujuannya adalah memburu kantong solublon itu sehingga kekaguman akan sebuah bangunan menjadi sedikit luput dari perhatian. Tokohnya pun terbilang minim jumlah. Hanya simbolog Robert Langdon, Sienna Brooks, Elizabeth  Sinskey dan agen Bruder. Sementara Zobrist hanya menempati porsi yang ditampilkan secara kilas balik.

Dalam setiap mendatangi suatu bangunan Dan Brown mampu melukiskan keadaan, kondisi, dan suasana yang sangat menarik dan secara detil hingga ke ceruknya. Semisal saat tiba di basilika  Santo Markus atau museum. Keadaan yang turis berjubel dengan bilik tersembunyi menimbulkan sensasi tersendiri. Khayalan seperti  ini semoga bisa diwujudkan dalam filmnya yang akan datang.

Sudah menjadi ciri pengarang ini yang menjadikan tokoh utamanya untuk selalu berpindah-pindah negara dan  mendatangi bangunan penuh simbol dan sebenarnya inilah yang menjadi daya tarik Inferno. Langdon dipaksa untuk terbang ke sana kemari mencari kode dengan simbol bahkan harus memecahkannya. Di bagian awal-awal kisah kita seakan ikut terlibat dan penuh rasa ingin tahu apa yang diketemukan Langdon nantinya. Sempat ada rasa jenuh sesaat oleh adegan pengejaran agen Bruder dan timnya. 

Di bagian ini akan muncul kecemasan dan khawatir Langdon akan tertangkap. Namun mendekati akhir kisah, satu per satu terkuak mana musuh mana teman. Bahkan penyebab Langdon amnesia pun terbuka. Di sinilah letak 'wow' nya pengarang mengemas jalinan ceritanya. Kita akan terus mempertanyakan kaitan yang terjadi satu sama lain. Sungguh mengagumkan karena untuk meracik kisah yang sarat dengan detil bangunan dan ditunjang oleh latar sejarah, novel ini bukanlah proyek penulisan yang main-main. Paling tidak pengarang harus melakukan riset dan kunjungan terlebih dahulu untuk mengetahui sekaligus menjelajah nook and cranny sebuah bangunan.

 “The worst kind of loneliness in the world is isolation that comes from being misunderstood, it can make people lose their grasp on reality.

Secara keseluruhan novel ini bagus. Inferno was absolutely captivating. Completely mind-blowing.



You May Also Like

2 komentar