The Devil in Black Jeans

by - Tuesday, January 14, 2014


The Devil in Black Jeans
AliaZalea
Gramedia Pustaka Utama, 345 hal
Pameran Buku-Indo Book Fair, Istora Senayan

Sinopsis:

Penabuh drum terkenal, Jo Brawijaya akhirnya memerlukan seorang asisten untuk adik tirinya Blu, yang baru saja menanjak namanya di tengah kancah musik karena kepiawaian suaranya yang berciri opera. Sang asisten artis yang bernama Dara merupakan sosok wanita yang lain dari yang lain. Pribadi Dara yang apa adanya, lugas, ketus, tidak peduli namun kadang penuh perhatian terhadap kakak beradik -Jo dan Blu- membuat keduanya sangat terkesan. Terlebih lagi dengan Jo yang berupaya mengenyahkan rasa sayangnya yang kian hari kian membuncah. Jo tahu sebentar lagi Dara akan menikah dengan tunangannya, Panji. Dan keresahan itu semakin berlarut-larut karena Dara menyangkal mati-matian kalau dirinya pun mulai tertarik pada Jo yang ganteng dan lucu itu.




Ulasan Cerita:

Dalam sebuah novel yang bergenre metropop, rasa yang ditawarkan adalah sweet, semanis dan secerah alam semesta yang seluruhnya mendukung peristiwa itu dengan kisah yang berakhir bahagia tentu saja. Seperti itulah kisah bergulir. Ini adalah perkenalan kedua saya dengan penulisnya yang diawali dengan Crush Into You. Menurut saya penulisnya sangat menguasai alur dan tema. Terlepas dari kisah yang selalu terjadi antara lelaki dan perempuan,  Dalam novel ini, kisah tak melulu tentang love-hate relationship saja namun latar tempat dan waktu juga menjadi perhatian. 

Pasti masih sedikit  yang memahami apa itu kerja sebagai asisten artis, bagaimana cara kerja manajemen artis dsb. Dalam sebuah novel akan lebih bagus apabila ada muatan pengetahuannya. dan saya menganggap pengetahuan tentang seluk beluk manajemen artis adalah nilai tambah dalam novel ini. Meskipun mirip seperti novel Harlequin, menurut saya ini Harlequin rasa "Indonesia." Dan bila ada pengaruh buruk dari novel ini anggap saja peristiwanya hanya terjadi di negeri antah berantah dan bukan di Indonesia, beres, kan? 

Hal yang penting adalah esensi ceritanya. Membaca novel percintaan ini serasa kita memperoleh oase tersendiri di tengah bacaan bertema utopia, perjalanan, distopia dan hal serius lainnya. Kisah percintaan membuat kita terbuai sesaat, bersemangat dan menyegarkan pikiran, bukan begitu? Setelah era Maria A Sardjono yang juga selalu bertema love-hate relationship, kemunculan kisah percintaan milik Alia ini mampu memberi rasa, warna, dan nuansa baru di dunia asmara abad 21.


Pin It!

You May Also Like

0 komentar