Autumn Once More

by - Senin, Februari 17, 2014



 Autumn Once More
AliaZalea dkk
Gramedia Pustaka Utama, 232 hal
Hadiah Menang Kuis Buku-VradioFM

Sinopsis:

Buku ini merupakan kumpulan cerpen dari para pengarang dan editor penerbit Gramedia. Terdiri dari 13 cerita pendek yang mengusung satu tema yakni cinta. Berikut judul-judulnya:

  • Be Careful What You Wish For -aliaZalea
  • Thirty Something -Aastasia Aemilia
  • Stuck with You -Christina Juswar
  • Jack Daniel's vs Orange Juice -Harriska Adiati
  • Tak Ada yang Mencintaimu Seperti Aku -Hetih Rusli
  • Critical Seven -Ika Natassa
  • Autumn Once More -Ilana Tan
  • Her Footprints on His Heart -Lea Agustina Citra
  • Love is a Verb -Meilia Kusumadewi
  • Perkara Bulu Mata -Nina Addison
  • The Unexpected Surprise -Nina Andiana
  • Senja yang Smpurna -Rosi L Simamora
  • Cinta 2x24 Jam -Shandy Tan 







Ulasan :

Ini merupakan proyek penulisan cerpen yang dituangkan dengan apik oleh beberapa pengarang dan editor wanita. Tema yang diangkat (sayangnya) tentang cinta. Sangat variatif alur yang disuguhkan dari masing-masing cerpen karena ternyata para pengarang ini telah fasih dalam mempermainkan emosi.Tidak perlu saya sebutkan satu persatu  cerpen mana saja yang memikat sebab kesemuanya merupakan hasil proses kreatif yang tak bisa disamaratakan. Saya tak bisa bilang cerpen ini bagus atau cerpen yang itu buruk atau kurang menarik. Namun saya juga tak dapat menetapkan ranking terbaik bagi seluruh kumcer ini. Toh ini bukan lomba membuat cerpen. 

Menurut saya salah satu kisah yang bobot ceritanya menarik dilihat dari alur cerita, pemikiran dan kadar ketertarikan saya adalah cerpen yang berjudul Senja yang Sempurna karangan Rosi L Simamora. Ini memang masalah selera dan subyektif sifatnya. Saya beranggapan isinya sangat unik, abstrak atau absurd mungkin. Menghadirkan senja untuk kekasih merupakan personifikasi dari sesuatu yang bisa disimpulkan apapun. Dan kepiawaian pengarangnya untuk memilin cerita itu bagus sekali. Lain dari yang lain. Pokoknya beda. Hal yang perlu dicermati adalah kepandaian dalam mengolah kata demi kata hingga menghasilkan keterpaduan cerita. Dan karena kesemuanya memiliki hobi menulis dan banyak yang telah menghasilkan novel laris, menjadikan kumcer ini tak diragukan lagi sebagai sesuatu yang istimewa karena tiap-tiap pengarang akan menampilkan sisi lain dari pribadinya. Menulis cerpen tentu masalah mudah bagi para pengarang ini. Terlebih semua pengarangnya wanita yang tentu saja dalam mengeksplorasi cinta tak menemui kesulitan karena cinta dan emosi adalah teman sejawat yang berjalan bersisian dan tak lepas dari pikiran wanita. 

Namun alangkah lebih menariknya apabila dalam kumcer itu bisa berisi beragam tema sehingga pembaca mampu merasakan warna-warni emosi. Ataukah ini karena diembel-embeli metropop makanya isi tak boleh melenceng dari pengalaman hidup wanita di usia 20-30 tahunan. 

Satu lagi, saya merasa terganggu dengan berbagai bahasa Inggris yang terselip di sela-sela kalimat. Okelah ini menunjukkan gaya hidup perempuan urban yang sebentar-sebentar berbicara Inggris ( ada dalam salah satu cerpen) namun akan lebih anggun apabila hanya satu dua kata yang terucap. Berbahasa Indonesia secara keseluruhan pasti masih merupakan tantangan di kumcer ini. Padahal, bahasa Indonesia itu apabila dirangkai akan menjadi kalimat yang indah sekali. Salah satunya ada di kumcer ini. Daan, mengapa judulnya pun harus bahasa asing? Kurang pede dan keren?


Pin It!

You May Also Like

0 komentar