Deluge (CSI:New York # 3)

by - Selasa, Maret 04, 2014



CSI:NY, Deluge
Stuart M.Kaminsky
Pocket Stars Books, 305 page
TGA Store, Senayan City



Jalan cerita:

Tim Mac Taylor kali ini  memiliki tiga perkara kriminal yang rumit dan menimbulkan rasa penasaran. Kasus pertama tentang wanita yang terjatuh di atap saat hujan deras, kasus kedua tentang  pembunuhan yang menimpa seorang guru di sebuah sekolah elite, dan yang terakhir kasus bom yang meledak di sebuah rstoran. Kasus pertama ditangani Mac dan Don Flack. Kasus kedua oleh pasangan Lindsay Monroe dan Danny Messer kemudian  kasus bom meledak ditelusuri oleh Stella dan Sheldon Hawkes. Ketiga pasangan tim CSI ini larut dalam penelusuran jejak yang membuat mereka



 sendiri seakan terlibat dengan serangkaian skenario dan temuan yang mencengangkan dari masing-masing kasus tersebut. Dan setelah melalui berbagai peristiwa yang saling berkaitan, sesungguhnya bukan hasil yang akan dicapai namun proses itu sendiri yang menghasilkan kejutan yang tak disangka-sangka.


Ulasan:

Sebagaimana sebuah buku yang diangkat dari film seri yang sudah populer, maka mau tidak mau kita takkan bisa melepaskan atau bahkan melekatkannya dengan sepak terjang masing-masing tokoh cerita. Sebelumnya tentu sudah tahu bagaimana karakter para petugas CSI ini dan apabila buku diterbitkan sesudah filmnya tayang, khayalan akan para tokohnya seakan bias dan cenderung tak lagi ada unsur kejutannya. Namun mungkin saja penerbit berjudi sedikit kali ini karena yang dijual adalah alur cerita yang dibuat meliuk-liuk berselang-seling diantara tiga plot. 

Plot pertama tentang kematian seorang wanita yang khas CSI; saat ditelusuri ternyata korban bukanlah tokoh suci, demikian pula kematian seorang guru di plot kedua, digambarkan  korban bukan orang yang baik. Alvin, sang guru ini semasa hidupnya meski dihormati namun sering melecehkan murid perempuan, Dari sini mungkin pembaca mengira salah satu pembunuhnya adalah seorang murid wanita tunggal. Namun ternyata berbeda sama sekali. Dan melibatkan tak hanya murid  tapi pihak lain pula. Lalu plot tentang restoran yang meledak, masalahnya tak hanya karena menginginkan asuransi tapi lebih dari itu.

Di sinilah twist-twist diperlukan untuk memikat pembacanya. Dan menurut saya berhasil. Penulis berhasil meramu kisah tak hanya sekadar menebak pelakunya tapi kondisi dan latar belakang untuk terjadi pembunuhan itu.

Untuk sebagai bacaan kriminal apalagi bersamaan dengan tayangannya, ada plus minusnya. Saat membaca kita diajak menerawangi dan terarah ke sepak terjang tim Mac Taylor yang sedang beraksi sedangkan saat menonton kita diliputi rasa ingin tahu oleh latar belakang kondisi pihak-pihak terkait yang tak sempat terlukiskan dalam tayangan selama satu jam ini. Jadi saling mendukung sebenarnya namun menurut saya lebih enak membaca penuh tanpa harus melihat atau tergoda dengan filmnya.

Buku ini, lumayan.



You May Also Like

0 komentar