Antre Novel The Silkworm

by - Monday, October 13, 2014


Setelah sukses dengan novel kriminal yang pertama di akhir tahun lalu, kini Gramedia mengadakan lagi peluncuran novel dari penulis dengan nama pena yang sama, Robert Galbraith alias JK Rowling. 

Agaknya penerbit ini ingin mengulang kehebohan dengan mengadakan antre buku tapi dengan waktu yang lebih kelam yakni malam hari. Kalau dulu pembagian novel gratis diadakan di sebuah toko buku di mal pagi pukul 10.00 wib, kali ini penerbit melebarkan sayap dengan diadakan serentak di 4 kota sekaligus; Bandung, Surabaya, Pekanbaru dan Jakarta. Khusus Jakarta diadakan di Gramedia Matraman dan dibuka pada pukul 21.00 waktu setempat. Pokoknya dari rumah terasa jauh banget jaraknya. Tapi tak apalah demi buku gratis dibela-belain ke sana. 

Berangkat sekitar pk. 17.00  dan sampai tujuan kurang lebih 45 menit. Di sana sudah banyak yang tiba dan duduk manis menghadap panggung dengan layar besar yang menayangkan twitter laporan peluncuran dari keempat kota.
Saya kebagian nomor  urut 75. Well, menunggu waktu selama 3 jam sangatlah menjemukan bila tidak diselingi dengan aktivitas lain. 

The target
Belajar dari antre buku sebelumnya, saya sudah membawa buku bacaan, camilan  dan air minum penuh. Kelihatannya sudah beres, tapi Blackberry malah hampir habis batere. Maka acara potret memotret dihemat-hemat agar bila ada momen yang lebih penting bisa kebagian. Oh ya seperti biasa untuk syarat antre buku ini cukup hanya mendaftar lewat Eventbrite saja dan dicetak untuk ditunjukkan pada kasirnya nanti.

Kalau ingin membanding-bandingkan acara kali ini dengan yang dulu  saat pembagian novel Cuckoo's Calling menurut pengamatan saya, acara kali ini tidak menawarkan sesuatu yang istimewa. Heboh iya tapi serasa ada yang kurang, entah apa. 

panggung dan garis polisi
Ada panggung musik tapi tidak dimainkan secara penuh. Lalu kalau dulu kita dapat pin, stiker, dan nomor urutpun dibagikan, kali ini tidak. Kalau dulu ada acara semacam  crosswords yang diadakan oleh grup indo HarryPotter dan dapat hadiah, kali ini tidak ada. Walhasil banyak yang berbengong ria, main gadget, baca e-book, atau ngobrol dengan kenalan baru. Persamaan keduanya  adalah selalu ada photo session dan bisa dibawa pulang fotonya. Kelebihan di acara ini ada pada camilan ala kadarnya yang bebas kita ambil dan makan usai mendapat buku. Memang kebanyakan pengantre  lapar walau sekadar duduk saja menanti  pembagian novelnya.


Selalu ada sensasi saat detik-detik mendekati jamnya. Tepat pukul 21.00 lampu padam dan adegan teatrikal kembali terjadi. Ada sosok tergantung yang dijatuhkan dari lantai satu dan sirine berbunyi nyaring. Pengantre bertepuk tangan dan heboh. Selanjutnya antrean bergerak perlahan menuju kasir, menyerahkan voucher gratisnya, mencelupkan jari  lalu menerima novel, photo session, mencomot camilan lalu pulang.

I always read my book, taken on 1st floor Matraman Gramedia

Sesosok mayat gantung diri

Camilan sate tahu dan usus


You May Also Like

2 komentar