Enam Buku Terbaik 2014

by - Selasa, Desember 30, 2014




Enam buku terbaik untuk tahun 2014 kembali diumumkan. Memang ini menurut versi saya dan sifatnya subjektif jadi tak perlu bingung dan manyun. Perlu diketahui buku atau novel yang saya baca di sepanjang tahun ini agak mengalami penurunan secara kuantitas namun tidak mengurangi selera dalam menentukan buku atau novel yang menurut saya memang bagus secara kualitas.

Baik, kita mulai sekarang saja.


1. Malaikat Lereng Tidar oleh Remy Sylado



Buku yang sangat luar biasa dan sangat bagus, ditulis oleh seorang pengarang senior Indonesia. Isi ceritanya membuat pembacanya tak bisa lepas sedetik pun dari bukunya. Kelebihannya ada pada pengetahuan pustaka, wawasan yang luas, alur membumi dan sederhana.


2. The Cuckoo's Calling oleh Robert Galbraith



Buku ini sangat bagus sekali dalam hal penyajian alur ceritanya. Berkelok-kelok sedikit namun intens menuju pengungkapan akhir sang pelaku yang tak disangka-sangka. Pembaca terbuai  dengan gaya penulisan pengarangnya dan saya rasa inilah kemampuan Rowling yang terbaik di genre kriminal. 


3. Dark Places oleh Gillian Flynn




Cara menggiring cerita yang sangat brilian dituangkan pengarangnya yang sukses sebelumnya dengan Gone Girl. Buku ini mampu membuat pembacanya tekun menyimak setiap petunjuk -khas novel kriminal- yang berserakan. Dan pada akhirnya proses adalah hal yang menarik dan berkesan.


4. 9 dari Nadira oleh Leila S Chudori




Sebenarnya di awal membaca  judulnya, tak ada kesan tertarik yang muncul. Namun seiring waktu berjalan baik tokoh dan dialognya sungguh sangat mengesankan. Mengangkat tema tentang komunikasi dan keluarga adalah 2 hal yang saling berkaitan dan sederhana, dibingkai dengan konflik di benak masing-masing.


5. Maya oleh Ayu Utami





Dalam menyuguhkan cerita yang sederhana pun sang pengarang tetap mengolahnya dengan bagus dan sempurna. Tokoh-tokohnya yang serba kekurangan fisik di sana-sini cukup dibawakan seolah-olah mereka  manusia biasa yang lengkap berikut perasaan-perasaannya. Cukup piawai.


6. The Journeys 3 oleh Alexander Thian dkk




Dengan tagline Yang melangkah dan Menemukan, saya salut dengan temanya. Benang merahnya tetap terjaga dan kalimat-kalimatnya menyentuh, cukup mampu mengantar imajinasi saya untuk ikut dan larut dalam  perjalanan yang mereka lakukan.

Baiklah. Buku-buku di atas hanya sebagian kecil dari yang saya baca dan bisa direkomendasikan. Masih ada beberapa lagi yang membuat saya terkesan. Namun keenamnya telah cukup membuat saya yakin judul-judul tersebut merupakan yang terbagus dan terbaik.


You May Also Like

0 komentar