Dua Perempuan Tiga Lelaki

by - Wednesday, March 25, 2015




Dua perempuan Tiga Lelaki
Maria A Sardjono
Gramedia Pustaka Utama, 424 hal 
Gramedia Gandaria City


Sinopsis:

Larasati, Nining, Joko, Aris, dan Lintang telah bersahabat karib sejak awal SMA. Setelah menyelesaikan kuliah, persahabatan mereka tak pernah lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Meskipun Larasati memilih bekerja, Nining menikah, Joko berkarier di Australia, Aris menjadi dosen sambil kuliah S2, dan Lintang menggeluti bidang seni sambil kuliah S2, persahabatan mereka terus berlangsung dengan penuh kasih dan ketulusan. Persahabatan indah yang sering membuat iri banyak orang.


Namun dengan berjalannya waktu dan perkembangan dunia batin mereka, seiring dengan proses pendewasaan masing-masing, ketika rasa cinta mulai hadir di tengah-tengah mereka, persahabatan ini mulai goyah kekokohannya dan robek jalinannya.


Ulasan:


Hanya butuh dua hari saja membaca novel ini. Sekali lagi dalam membaca novel karya Maria A Sardjono ini, kita jangan terlalu berharap yang mengejutkan karena kita pasti  sudah sama-sama mengetahui bagian akhir setiap kisah yang ditulis. Tak ada yang istimewa selain hubungan dua manusia yang terombang-ambing dan agak berbau melodrama. Memang untuk satu hal ada kalimat-kalimat yang menyentuh tapi dengan dipenuhinya isi novel dengan percakapan-percakapan yang agak berkepanjangan, menjadikan novel ini sangat membosankan. Mungkin untuk alur cerita perlu dibuat menjadi sub alur agar lebih menggigit. Apalagi dengan tokoh yang berjumlah 5 orang hal itu bisa sangat berpotensi untuk menggali lebih banyak cerita dan membangun intrik. Kehadiran orang lain -Leo Asmara- selain kelima sahabat juga tak membawa pengaruh banyak. Semua tokoh bersikap netral dan sangat bersahabat.

Singkatnya, kisah ini kurang greget. 

Tapi, mengapa saya masih senang membacanya? Semua karena karya-karya pengarang ini cukup membuat saya merasa tersanjung sebagai wanita, dan di setiap kisah selalu ditonjolkan harkat martabat pribadi wanita yang tinggi dan tak suka diremehkan.


You May Also Like

0 komentar