Misteri Rumah Masa Lalu

by - Jumat, April 24, 2015


Misteri Rumah Masa Lalu
V. Lestari
Gramedia Pustaka Utama, 456 hal
Gramedia, Gandaria City


Sinopsis:


Setelah bercerai dari Rahadi, Yosefin dan putrinya Kristina kembali menata hidup. Sebagai seorang pengarang yang tak menentu penghasilannya, Yosefin dituntut untuk bisa mengelola keuangan rumah tangganya terlebih lagi rumah yang menaunginya sebentar lagi akan habis kontrakannya. Saat kebingungan untuk memutuskan apakah akan memperpanjang kontrak ataukah pindah, tiba-tiba saja ada seorang pengacara bernama Taufik SH yang memberitahukan bahwa Yosefin berhak menempati sebuah rumah yang terletak di Bogor atas hibah dari seseorang bernama Sasmita.

Penasaran akan pemberian dari seseorang yang tak dikenal dengan baik namun juga ingin menempati segera, Yosefin tergelitik untuk mengungkap misteri dibalik rumah yang terletak di tepi kali Ciliwung. Bersama dengan Joko yang selalu membantunya juga Kristina, mereka bertiga bahu-membahu memecahkan masalah dibalik pemberian rumah yang dinilai aneh ini. 



Ulasan:


Sebenarnya ini karya novel yang sudah pernah diterbitkan oleh penerbit lain. Dan kebetulan saya belum pernah membacanya. Seperti yang sering saya baca juga, novel karya V Lestari ini selalu kuat dalam membungkus misteri hingga detik-detik menjelang akhir kisah. Ada prolog, perkenalan tokoh yang sangat minimalis saja yang terdiri dari ibu, anak, dan teman si anak. Ada puncak cerita berupa musibah longsor yang menghancurkan rumah dan ada penyelesaian semacam katarsis atas semua yang dialami. Sebenarnya alur ceritanya bisa diduga namun ada sensasi sendiri untuk tidak terburu-buru dan tetap setia mengikuti kisahnya demi menanti sesuatu yang 'wow'.

Selain misteri yang menjadi topik utamanya ada bumbu lain yang tak kalah menariknya diikuti yakni tentang proyek perjodohan yang dirancang Kristina. Menarik di sini karena saya sempat tak menaruh perhatian dengan alur ini karena sebenarnya saya sibuk menduga-duga siapakah dan apakah misteri rumah ini. Dan ternyata dugaan saya benar, sosok Joko memang dihadirkan untuk menjadi tandem sekaligus orang yang menjawab pertanyaan Yosefin akan kehadirannya selama ini.

Ada rasa puas karena saya menikmati dan mampu menduga siapakah tokoh Sasmita ini. Mungkin bila kian sering membaca karya V Lestari ini kita jadi semakin tahu plotnya. Namun tetap saja, ada satu bagian yang membuat saya salah merangkai cerita akhir, akibat adanya tokoh lain seperti Bu Sarma, Rahadi, Tante Ima, dan Taufik. Seluruhnya memancing pikiran saya akan siapakah dari mereka yang berpeluang menjerumuskan atau mencelakakan Yosefin. Mungkin ini semacam pengganggu yang ngegemesin daripada mengesalkan.

Karena novel ini novel lama maka ada satu-dua yang serasa ketinggalan zaman untuk masa sekarang. Orang tentulah lebih akrab dengan laptop ketimbang komputer. Dan untuk pengiriman naskah, Yosefin perlu memasukkan dalam amplop cokelat lalu dikirim. Padahal saat ini orang lebih akrab dengan kirim naskah lewat surel. Nah, hal-hal seperti itu yang memperjelas adanya perbedaan antar masa.



You May Also Like

0 komentar