For Matrimonial Purposes

by - Tuesday, September 22, 2015


For Matrimonial Purposes
Kavita Daswani
Gramedia Pustaka Utama, 248 hal
Gramedia - Pondok Indah


Sinopsis:


Anju adalah gadis India modern yang meniti karir di kota New York sebagai publisis fashion. Di usianya yang ke-33, ia harus berjuang untuk segera menikah secepatnya. Namun karena hidup di Bombay dan  terlahir dari keluarga India yang konservatif serta kuat memegang aturan budaya India, ia menerima takdir untuk bersedia dijodohkan. Apalagi mengingat usianya yang semakin matang untuk ukuran gadis India. Dalam setiap perhelatan yang diadakan kerabatnya Anju selalu dituntut untuk bersikap menarik agar ada pria India yang meliriknya. Setiap upaya yang ditempuh sang ibu dalam mencari calon pendamping putrinya selalu membentur karang. Terlebih lagi adanya semacam kutukan yang melingkari keluarga yang membuat setiap pemuda yang didekati akan segera menarik diri. Selalu saja ada rintangan yang membuat semuanya tak terwujud hingga Anju memutuskan kembali ke New York dan memasrahkan diri pada nasib.

Hingga akhirnya cinta itu datang begitu saja.


 Ulasan:

Bayangkan saja bila seorang wanita yang sudah berusia matang namun harus segera menikah meskipun dirinya merasa baik-baik saja  dan tak mau ambil pusing oleh kehadiran pria lainnya. Tentu saja suatu siksaan bukan? Terlebih lagi desakan dari keluarga yang bertubi-tubi ini makin membuat diri serasa diburu-buru. Buku ini telah lama diterbitkan (2003) namun esensi dari kisah ini tetap aktual dengan permasalahan wanita modern hingga saat ini.

Tak dapat dipungkiri bahwa wanita yang terlahir dari keluarga dengan akar budaya yang kuat terlebih yang hidup di Asia tetaplah harus tunduk. Seperti yang diwakili oleh tokoh Anju. Meskipun ia sudah memiliki pekerjaan yang keren tapi ia tetap harus menuruti keinginan orang tua. Menurut saya setting atau latar sangat menguatkan dalam kisah ini. Tak ada hal yang lebih menyenangkan selain bisa bertemu dengan pemuda yang sesuai baik fisik dan pandangan. Namun apa daya setiap perkenalan selalu saja diakhiri dengan rasa tidak cocok dalam berbagai hal.

Novel ini meskipun tak terlalu tebal dan terbitan lama tapi isinya masih sangat mengena. Anju sendiri bukanlah orang yang percaya pada nasib begitu saja. Ia tetap berupaya mencari sendiri pujaan hatinya meskipun ia juga menemui kegagalan dan rasa kecewa setiap melakukan pendekatan dengan laki-laki.

Dalam hal mencari jodoh budaya India memang tak jauh berbeda dengan yang dilakukan para orangtua di Indonesia. Mereka mengundang pemuda secara terang-terangan untuk dikenalkan atau diam-diam mencari putra dari para kolega, teman, kerabat jauh atau kenalan lainnya hanya agar bisa melihat putrinya menikah segera.

Di novel ini pesan yang terungkap adalah bahwa suatu keinginan keras kadang malah semakin jauh terwujud dan tak terjangkau. Namun apabila kita bersikap santai dan pasrah, maka keajaiban itu pun akhirnya menghampiri dengan situasi yang tak disangka. Jodoh akhirnya mendekat.

Secara keseluruhan novel ini menarik karena isu di dalamnya masih lekat di abad 21 ini.


You May Also Like

0 komentar