Identical

by - Selasa, November 03, 2015



Identical
Scott Turow
PAN Books, 387 hal
Indonesia International Book Fair, JCC Senayan


Sinopsis:


Kisah tentang sepasang kembar identik, Cass dan Paul Gianis beserta segala permasalahan yang membelit hidup mereka  khususnya masalah hukum dengan keluarga Kronon. Cass baru saja bebas dari hukuman 25 tahun penjara akibat kasus pembunuhan Dita Kronon yang tak lain adalah kekasihnya. Sedangkan Paul seorang calon walikota Kindle County dan politisi berpengaruh. 


Adalah Hal, kakak Dita yang ingin mengungkap kembali kasus yang telah lama masih menjadi misteri itu. Dengan mengajak Evon Miller, seorang mantan agen FBI yang menjadi kepala  keamanan kantor bisnis keluarga Kronon, ZP dan dibantu investigator pribadi bernama Tim Brodie yang juga mantan detektif kasus pembunuhan, Hal berharap pembunuh dan penyebab kematian adiknya bisa diketahui. Selama ini orang  menyangka pembunuhnya adalah Cass. Tapi benarkah begitu?





Ulasan: 

Dalam membaca sebuah novel yang berbau misteri, thriller dan hukum, kita akan dipaksa untuk bersabar menanti satu demi satu misteri kebenaran itu terkuak. Lapis demi lapis kebusukan akan terkelupas dengan sendirinya menyisakan sebuah pengertian dan pemakluman. Saat yang paling menyenangkan untuk dinikmati justru bukan pada saat kita telah mengetahui siapa pelakunya namun pada prosesnya. Proses dalam menggali fakta adalah daya tarik yang dijagokan dalam novel ini.

Awalnya memang terkesan lamban dan terlalu banyak kepentingan yang ditonjolkan dan tak berkaitan secara langsung pada inti cerita. Namun menurut saya ini memang sekadar teknik mengulur waktu saja agar kita terus mengikuti alurnya dan memberi kesempatan pada kita untuk belajar menebak. 

Oh ya, alurnya menarik karena pengarang menciptakan gaya penceritaan dari sudut pandang masing-masing tokoh seperti Zeus Kronon, Paul, Cass, Dita,  dan Lidia. Teknik seperti ini kadang membantu kadang malah menjemukan karena pengarang akan memulai dari awal lagi dalam menceritakan alibinya dengan latar kejadian yang sama yakni piknik keluarga di kediaman Zeus Kronon. 

Menurut saya nilai tambah dari novel ini adalah kemajuan dunia kedokteran berupa DNA. Tes DNA ini menjadi isu penting yang sangat mendominasi cerita karena inilah bukti otentik pelakunya. Meskipun begitu, di tangan pengarangnya DNA bukan menjadi hal yang final karena masih ada remah-remah yang berserakan dan perlu dikaji ulang oleh sang detektif.

Di sinilah peran seorang pengarang dalam mengolah dan membuat kejutan bagi pembacanya terjadi. Pengarang cukup berhasil membuat penasaran sekaligus menyiapkan kejutan sehingga dari awal saya salah menebak siapa pelakunya.

Turow tak hanya menganyam misteri dengan ketat tapi ia juga mengeksplor hubungan, ego, kekuasaan, dan keluarga yang saling terkait. Mirip opera sabun tapi tidak mendayu-dayu. Ada peran detektif yang sangat kompeten yang mampu menengahi suasana panas.

Pada akhirnya novel ini direkomendasikan untuk mereka yang masih ingin mengulik-ulik urusan keluarga dan masa lalu. Ada berbagai pelajaran hidup disitu. Sementara pesan moral yang tertangkap adalah menengok masa lalu adalah baik bila ingin menggali kebenaran dan agar kita tidak terjerumus dengan akibat yang harus ditanggung selama bertahun-tahun.





You May Also Like

0 komentar