Writer vs Editor

by - Monday, January 04, 2016



 

Writer vs Editor
Ria N Badaria
Gramedia Pustaka Utama, 312 hal
Kompas-Gramedia Book Fair-JCC


Sinopsis:

Nuna adalah seorang pramuniaga yang memiliki bakat menulis. Ketika naskahnya layak untuk diterbitkan ia tentu saja senang. Namun untuk menjadi seorang penulis nampaknya tak mudah. Perlu jalur berliku hingga akhirnya ia mampu menerbitkan sendiri. Rintangan di antaranya berasal dari hubungan naik turunnya dengan sang editor bernama Rengga serta kepala editor baru yang ternyata pernah mencintai Nuna.



Ulasan:

Membaca novel di awal tahun 2016 ini sungguh merupakan pembukaan yang mengecewakan. Tak hanya karena espektasi yang terlalu tinggi juga karena saya agak terkecoh oleh gambar sampul yang sangat menarik dan lembut.
 
Kisah yang berisi romansa dua anak muda antara Nuna si penulis dengan editornya yang jutek bernama Rengga ini sebenarnya bukan hal yang baru. Kalau kita nonton FTV pasti salah satu temanya ada yang seperti ini. Tema boleh saja sama tapi yang menarik seharusnya adalah cara mengolahnya hingga menjadi  suatu kisah yang lebih mempesona dan unik.

Awalnya saya ingin mengharapkan gambaran kisah yang lebih dari sekadar hubungan penulis dan editor tapi lama kelamaan yang saya tangkap adalah hal yang terlalu klise. Bahkan saya sudah bisa menebak jalan ceritanya pasti akan berakhir seperti ini. Gak ada letupan yang wow, gak ada yang membuat diri pembaca surprise. Mungkin ini cuma masalah selera. Selera penulis juga selera pembaca berbeda.

Untuk alur ceritanya sih biasa. Ada unsur bersitegang ada unsur damai, namun dilakukan berulang-ulang hingga membuat saya agak bosan. Maunya apa ini? Begitu pikir saya. Masalah gak punya ponsel sepertinya itu naif banget di zaman seperti ini. Tapi tak menghubungi si editor itu rasanya lebih aneh. Apalagi ada tokoh lain yang tiba-tiba mencintai Nuna sejak lama. 

Plot tentang pertemuan dengan Arfat adalah hal yang aneh menurut saya. Seakan Arfat dipaksakan untuk menjadi pemantik hubungan penulis editor ini. Tapi hasilnya malah gak seru sama sekali.

Baiklah, ini hanya sekadar opini yang keluar dari rasa penasaran saya setelah membaca novel ini. Sampul bagus, pembukaan cerita bagus, tapi mengolah kisah  ternyata jauh lebih sulit hingga menuju ke eksekusi akhir.











You May Also Like

0 komentar