Misteri di Sinar Senja

by - Selasa, Juni 21, 2016

 

Misteri di Sinar Senja
V Lestari
Gramedia Pustaka Utama, 394 hal
Gramedia, Pondok Indah


Sinopsis:


Meskipun sudah menjadi nenek dan tinggal di Panti Wreda Sinar Senja, Karen tak mau menyerah oleh usia. Ia tetap beraktivitas seperti saat masih muda. Sebagai seorang penulis otak dan tindakannya selalu ingin memaksanya mengungkap sesuatu kala mendapati misteri di panti itu.

Karena mengikuti naluri dan rasa ingin tahunya, ia menyelidiki dan menemukan fakta bahwa panti wreda ini ternyata memiliki masa lalu yang tak indah. Apalagi sosok Samuel selaku pemilik tanah dan Farah yang menghuni salah satu bungalo kerap membuatnya bertanya-tanya akan kedekatan hubungan mereka.
 
Tak ketinggalan kehadiran para suster mulai dari suster Hani yang mencintai Samuel hingga suster Lince yang selalu terkena omelan Samuel makin membuat hari-hari Karen tambah berwarna. Bersama Wati rekannya sesama lansia, Karen bertekad mengungkap misteri Panti wreda tsb. 

Terungkap rekan yang selama ini membantunya ternyata adalah sosok yang sangat membuat Karen tercengang.




 Ulasan:


Membaca novel demi novel keluaran pengarang sekelas V Lestari selalu menimbulkan rasa penasaran. Ada semacam daya tarik untuk membacanya sampai habis kala membaca judul yang diembel-embeli kata 'Misteri' itu. 

Ini memang novel pertama untuk tahun ini yang saya baca. Dan ternyata ini adalah novel lawas yang diperbarui bagian sampulnya. Pada novel edisi lama yang terbit pada 1993 sampulnya masih terkesan 'horor'. Sementara yang versi Gramedia agak halus dan bersahaja dengan warna yang kalem. Penting untuk membandingkannya karena kisah yang dituturkan pada masa 1990-an ternyata masih relevan dengan era 2010-an seperti sekarang ini.

Menurut saya tema yang diusung pengarang tetap mengarah ke kejahatan namun olahan dan latar yang diangkat tetap memiliki keunikan tersendiri. Baru kali ini saya membaca novel yang para pelakunya adalah penghuni panti wreda yang sudah pasti jarang diangkat sebagai sebuah lakon yang menarik.

Menarik karena pengarang menyelami sisi psikologis dan unsur dramanya sedemikian rupa sehingga tidak terasa membosankan. Bahkan sisi manusiawi dari masing-masing nenek yang tinggal di lingkungan itu tak luput diangkat.  Kita bisa tahu ada sosok nenek misterius yang selalu menanti kedatangan cucu atau keluarga yang tak pernah mendatanginya dan ini adalah gambaran duka seorang penghuni Sinar Senja yang mungkin sebagian besar dari kita tidak merasakannya karena belum mengalami 'tua'. Atau kisah  suster yang lama mengabdi namun merasakan dilema antara tetap kerja di panti wreda atau pergi,  ini juga tak kalah menariknya.

Alur kisahnya sebenarnya biasa dengan beberapa tokoh yang sejak awal diperkenalkan sebagai orang yang menyelidik (Karen) dan orang yang diselidiki. Selalu ada tokoh-tokoh lain yang berfungsi untuk mengacaukan sangkaan kita terhadap pelaku sebenarnya.

Dan hanya dengan membacanya sampai tamat, maka akan diketahui siapa sosok biang keladi segala permasalahan. Kasus pun selesai.

Dalam menelusuri pun kita selalu terjebak dalam menebak tokohnya karena memang semuanya digambarkan 'abu-abu'. Tak ada yang murni jahat atau baik. Dan pada saat kita masih mengikuti alurnya, tanpa sadar terbukalah dengan sendirinya apa saja yang menjadi pangkal masalah.

Dalam beberapa judul karya V Lestari, kadang saya suka dengan gaya penceritaan seperti itu. Namun jiwa penasaran ditambah cara pengarang yang agak bertele-tele ke sana kemari dalam dialognya cukup membuat saya tak betah sesaat.

Secara keseluruhan tema cerita ini masih relevan dan masuk akal.




You May Also Like

0 komentar