Misteri Miranti

by - Thursday, July 28, 2016

 


Misteri Miranti
V Lestari
Gramedia Pustaka Utama, 360 hal
Gramedia, Gandaria City


Sinopsis:

"...mungkin ia tahu dan menyimpan rasa takutnya bahwa ia bisa dicurigai dan  dituduh..."

Miranti adalah mantan pasien RSJ di Cilendek, Bogor. Setelah menikah dengan Ben Mantiri, kehidupan pribadinya terkesan tidak tenang. Kondisi yang labil mendorongnya untuk pergi menemui psikiater, Sastra. Dalam perkembangannya hubungan keduanya mengalami godaan. Sastra hanyut oleh pesona kecantikan Miranti.

Dengan dibantu oleh kedua putra putrinya Boy dan Elisa, Sastra akhirnya mau membuka diri perihal hubungannya dengan Miranti. Bahkan  Mereka saling bahu membahu mengungkap kematian yang menimpa korban. 

Hal yang mengejutkan adalah sang pembunuh justru orang yang dianggap selama ini sosok yang baik bagi ketiganya. Namun seiring dengan perubahan yang terjadi dalam diri sosok tersebut, maka kecurigaan menemukan jalannya.




Ulasan: 


Ya, kembali saya baca novel karya V Lestari lagi. Memang saya selalu penasaran dengan misteri dan saat menemukan novel karya pengarang ini berada di rak toko buku, rasa ingin tahu saya timbul. Ingin tahu oleh ceritanya, tokohnya, dan terutama tema. 

Mengapa? Seperti yang terjadi pada novel sebelumnya yang telah saya baca, buku ini  yang merupakan terbitan lama, ternyata telah dicetak ulang dengan sampul menarik, dan tentang tema kali ini, apakah masih relevan dengan kehidupan sekarang?

Tentunya kejadian yang diceritakan dalam sebuah tulisan merupakan gambaran yang terjadi di masa itu. Dan masa 1990-an ini bisakah layak masuk juga ke dalam suasana era tahun 2010-an? Tokoh-tokoh yang cukup sederhana tidak banyak sudut, hanya terdiri ayah, dua orang anak, si pelaku dan korban merupakan sosok yang yang terlalu 'miskin' untuk ukuran sekarang dari segi konflik.

Walaupun terkesan miskin, kisah ini terdiri dari dua plot. Plot pertama tentang Sastra sendiri, plot kedua tentang hubungan putranya, Boy dengan Amanda -keponakan Miranti. Ada kesan plot kedua dipaksakan hadir dan menjadi faktor tertentu.

Berbeda dari novel sebelumnya, saya sudah bisa menebak tokoh yang menjadi pelaku pembunuhan Miranti di tengah-tengah cerita. Jalinan ceritanya tidak berbelit, memang. Namun kemasannya terkesan menjanjikan dan ada bagian yang menurut saya lemah. 

Entah karena isinya yang terlalu biasa untuk zaman sekarang atau kesan yang tersirat itu sudah jelas di depan mata.

Mungkin ya, kalau jalan ceritanya sederhana akan lebih baik ditambahi dengan bumbu konflik dengan klimaks yang mencengangkan atau menukik. Jadi tak sekadar hanya mengganti baju saja. Dalam kasus ini, penerbitan dengan hanya ganti sampul agak menyesatkan meskipun bisa sebagai pelepas rindu penggemar novel misteri.





You May Also Like

0 komentar