Enam Sampul Buku Terbaik 2016

by - Jumat, Desember 30, 2016



Yak, sama seperti tahun sebelumnya, setiap akhir bulan Desember ada kebiasaan rutin yang harus diumumkan ke khalayak ramai. Ini semua tentang sampul buku paling favorit. Dan kali ini hanya bisa memilih sebanyak enam sampul saja.

Mengapa cuma enam? Ya karena dalam waktu setahun ini saya hanya mampu membaca buku atau novel dalam jumlah yang tak terlalu banyak. Salahkan kesibukan yang mendera waktu, namun saya berusaha untuk konsisten membaca novel tiap bulannya meskipun hanya satu atau dua buku. Dan untuk ke depannya saya berjanji untuk lebih banyak memanen bacaan agar tinjauan  tentang sampul buku ini lebih beragam dan seru.

Baiklah, dari berbagai novel bertema fiksi yang saya miliki ternyata ada beberapa novel yang sampulnya memikat dan ini sangat mengesankan.

 Berikut keenam novel tersebut:




1. Sang Juragan Teh, saat menatap gambar sampul ini, kesan yang muncul adalah masa lalu yang sangat romantis kala perkebunan menjadi latar yang dominan dan menjadi lahan penggantung harapan. Terlebih kisah kolonial menjadi daya tarik utama jualan kisah ini.

Ilustrasinya mengingatkan pada zaman di mana komik atau coretan gambar menjadi pilihan utama dengan polesan warna alami yang sederhana, klasik dan apa adanya. Mengingatkan buku-buku yang dijual di masa kecil.





2. Entrok, entah memang dibuat seperti itu atau tidak, selalu saja karya sastra identik dengan gambar sampul yang nyeleneh dan kontroversial. Kalau membaca ceritanya, barulah kita tahu bahwa gambar di sampul novel ini adalah esensi dan landasan yang mengawali seluruh perjuangan sosok wanita. Tema yang unik.





3. 86, lagi-agi dari pengarang yang sama dan kebetulan sampul bukunya sangat kuat  dalam penyampaian pesan serta mencerminkan pola pikir orang-orang di masa lalu (orba).  Disuguhkan dengan sederhana berupa angka  dengan latar satu warna yang dominan, seakan ingin menunjukkan bahwa angka ini memang magis dan mampu menjawab berbagai persoalan. Tak perlu ada embel-embel lain yang membuat inti gambar menjadi hilang maknanya.




4.The Architecture of Love, sebenarnya syarat sebuah gambar sampul bisa menarik minat pembaca selain warna adalah keunikan itu sendiri. Definisi dari unik sendiri bisa ditafsirkan oleh berbagai hal tergantung mana yang akan ditonjolkan. Gambar sampul ini menarik karena mampu mengenali rasa unik tersebut. Hanya berupa coretan dari pinsil dan berwarna dominan abu-abu saja cukup membuat mata tertumbuk sesaat.




5. The Naked Traveler 7, wajah sampul ini sebenarnya biasa saja namun warna birunya sungguh membuat mata berhenti untuk memandang. Cukup disajikan dalam suatu tulisan berwarna kuning dan latar tanpa gambar yang berlebihan layaknya buku pelajaran, buku ini sudah sanggup menarik perhatian pembaca setianya.




6. Kerumunan Terakhir, ya, sampul buku pengarang itu lagi yang menjadi pilihan terakhir saya sekaligus penutup gambar sampul terpilih. Karya yang lebih menyuarakan jeritan hati telah terwakili melalui sampul ini. Lugas dan tak perlu imbuhan apa-apa lagi. Bila dicermati memang kesannya simbolik dan ada unsur ejekan dalam menyikapi gagap teknologi, hhmm, itu menurut opini saya.


Dari keenam buku yang saya senangi sampul bukunya, rata-rata memiliki kesederhanaan dalam menyampaikan pesan. Tak perlu dengan gambar yang wah atau kalimat penunjang yang bombastis apalagi tambahan yang tak perlu. Yang terpenting adalah isi cerita yang bisa diwakili oleh wajah sampulnya dan berhasil mengantarkan pesan dengan baik.








You May Also Like

0 komentar