Lima Buku Terbaik 2016

by - Sabtu, Desember 31, 2016






Rasanya tahun 2016 benar-benar musim baca buku paceklik untuk saya. Bukan karena hal lain namun semata-mata kesibukan dan pikiran yang tersita ini mampu mengalihkan keinginan untuk membaca lebih banyak buku. Total setahun saya hanya membaca 12 buku,  yang artinya satu bulan hanya sanggup membaca satu buku.

Meskipun terseok-seok dalam membaca, tetap saja ada kesenangan tersendiri mana kala kita menjumpai kisah yang mampu melambungkan fantasi dan membuka wawasan sehingga membuat kita kepikiran untuk segera menuntaskan baca bukunya meskipun sedang melakukan kesibukan yang lain.

Baiklah, dari setahun itu, saya hanya menemukan lima buku yang terbaik menurut saya. Subjektif, jelas.

Namun, inilah pilihan saya.


1. Career of Evil oleh Robert Galbraith



Novel ini sungguh membuat saya terperangah oleh jalinan kisahnya. Tokoh-tokoh dengan nama yang agak sulit dihafal oleh otak orang Indonesia, serta ending yang mengejutkan adalah daya tarik yang membuat terpesona dan kagum. Mungkin bagi penggemar Harry Potter sajian kali ini agak terlalu gotik dan kelam. Namun percayalah, ini kisah yang sangat luar biasa berbobot dipandang dari sudut mana pun. 

Kendati ada kesan gelap, namun kisah ini manusiawi dan apa adanya. Jadi bagi pecinta kisah kriminal inilah suguhan kejahatan yang brilian.


2. The Girl On the Train oleh Paula Hawkins






Gak bisa dipungkiri, ide tulisan maupun sudut pandang yang unik kadang menjadi kelebihan para pengarang luar. Itu pun masih dilandasi tema yang lebih rumit dan sangat tak terduga-duga di bagian endingnya. Ini mungkin kelebihan yang harus diakui membuat isi cerita menjadi semakin berbobot.

Meskipun awalnya terlalu monoton dan membosankan, namun perlahan tapi pasti kisah bergenre kriminal ini menemukan keseruannya. Sayangnya versi film yang diangkat dari kisah ini kurang begitu menggigit. Padahal ada artis beken Emily Blunt, yang berperan sebagai tokoh utamanya. Mungkin formula untuk meracik ceritanya kurang detail.

Namun demikian, novel ini menurut saya bagus karena memiliki sudut pandang yang lain dengan latar cerita (kereta) yang unik pula.


3. 86 oleh Okky Madasari




Membaca kisah ini sangat mengesankan. Seperti dalam kehidupan sehari-hari tapi ada bumbu sogokan di mana-mana.  Dan lucunya, kehidupan penuh korupsi ini masih terus berlangsung hingga sekarang di bumi Indonesia. Seperti tak ada habisnya.

Penggarapan yang sangat cermat dari sebuah cerita dengan tema seperti ini masih tetap menarik perhatian.


4. The Naked Traveler 7 oleh Trinity




Membaca buku ini pasti dijamin akan menambah wawasan dalam bepergian. Hal yang menarik menurut saya bukan soal mendatangi suatu tempat. Zaman sekarang kalau mau, kita bisa datang ke suatu tempat yang jauh dan asing hanya secara virtual saja. 

Namun merasakan hal-hal yang berlawanan dengan kebiasaan di tanah air,  adalah sesuatu yang mengesankan.

Salah satu yang membuat terpesona adalah cerita printilan biasa yang pasti berbeda dalam berbagai hal. Mulai dari gaya hidup hingga kebiasaan yang aneh. Disuguhkan dengan santai dan apa adanya.

5. Entrok, oleh Okky Madasari




Rasanya tak bisa diabaikan begitu saja karya-karya pengarang ini. Setelah membaca novel sebelumnya, saya kepincut lagi dengan karya berikutnya yang kebetulan lebih membuat pembacanya kritis berpikir, beginilah kalau militer telah merangsek masuk ke wilayah sipil yang tak berdaya. 

Penuh tipu daya dengan penggambaran yang sangat jelas terutama di kehidupan masyarakat pedesaannya yang lugu dan terpedaya oleh aturan. Hal seperti itu ternyata masih relevan dan berlangsung di kehidupan abad 21 seperti saat ini.



Bagi saya pribadi kelima buku di atas cukup membuat tercengang isinya dan rata-rata disuguhkan dengan tingkat khayal yang tinggi. Secara genre, saya memang lsedang suka dengan tema tentang penelusuran suatu kebenaran.

Kriminal dan hukum telah menjadi tema idola bacaan di sepanjang tahun 2016. Namun hanyut akan sebuah kisah adalah soal perasaan tersendiri yang diingat. Dan itu yang saya suka.














You May Also Like

0 komentar