Misteri Sang Kekasih

by - Senin, Maret 20, 2017



Misteri Sang Kekasih
V Lestari
Gramedia Pustaka Utama, 461 hal
PaperClip, Gandaria City


Sinopsis:


Maya sedih mengetahui ibunya Lilis menikahi Yogi. Padahal dengan nalurinya yang tajam, Maya bisa mengetahui bahwa Yogi bukan lelaki yang baik. Ia kerap mendapati mata Yogi yang selalu mengerling seakan menggoda. Ini ancaman bagi dirinya yang remaja dan selalu sendirian.

Namun hidup dalam satu atap telah membuat ketiganya seakan membuat jarak sendiri-sendiri yang celakanya telah membuat Maya kehilangan langkah. Ia harus kehilangan ibunya. Maya sadar dirinya rupanya sudah termakan oleh taktik yang dilancarkan Yogi. Lewat tatapan Yogi yang menjurus dan selalu menggoda, Maya terpancing untuk selalu menjauhi ibunya dan membenci ayah tirinya sehingga terlambat baginya untuk menolong sang ibu yang tewas setelah meminum kopi susu.

Agar tak terulang kembali, kali ini Maya harus lebih waspada. Dengan dukungan dari keluarga Ayah dan Tantenya, Maya menyusun strategi agar lebih siap dengan segalanya termasuk perampok yang mengobrak-abrik rumahnya.

Apalagi setelah ia mulai mengenal Tante Hesti dan Indra, calon korban Yogi berikutnya. Sayang, meskipun ia mampu menghentikan kejahatan Yogi, Maya mendapati dirinya jauh lebih syok setelah tahu siapa Tante yang baru dikenalnya ini.



Ulasan:


V Lestari jagonya membuat pembaca penasaran dengan alur cerita yang dibuatnya. Pada awal-awal  kisah hanya seputar penyelidikan dan bagaimana menggebu-gebunya seorang remaja putri bernama Maya yang ingin sekali membongkar kedok Yogi.

Di sini pembaca sebenarnya tanpa sadar terpancing untuk hanya terpusat perhatiannya pada Maya seorang. Kita terus dibuat penasaran akan langkah-langkah yang dibuat baik pihak Maya maupun Yogi. Meskipun begitu pembaca juga diberi banyak pilihan oleh pengarang untuk mengenal sebagian tokoh lain.

Bedanya membaca kisah dari V Lestari kali ini adalah kita sudah tahu pelaku dan sepak terjangnya. Bahkan kita sudah merasa gregetan oleh betapa licinnya sosok ini dalam menjalankan kejahatannya. Sementara kisah-kisah yang sudah saya baca sebelumnya selalu masih dalam taraf pencarian pelaku. Padahal dibalik itu pengarang masih menyimpan kejutan yang terus terang membuat saya terperangah dan deg-degan membacanya karena tak menyangkanya sama sekali.

Nikmatnya membaca karya V Lestari adalah selalu ada ketegangan di tengah cerita. Dan seakan kita pun menjadi detektif amatir dalam mengungkap sesuatu yang tertutup serta ikut memecahkan masalah. Nikmat lainnya adalah para tokoh yang ditampilkan adalah orang-orang biasa, seperti ada di sekitar kita dan bukan tokoh orang kaya yang tidak menjejak bumi.

Karena novel ini repackage dari novel lama dengan judul sama, maka yang unik darinya adalah penggunaan alat komunikasinya. Novel versi lama terbit tahun 1996 di mana pemakaian ponsel belum begitu marak. Sehari-hari mereka saling bertelepon dengan pesawat telpon atau harus bergegas ke telepon umum. Sesuatu yang absurd untuk masa sekarang ini.

Akhir kata, kesenangan dalam membaca novel ini adalah kejutan yang walau cuma satu dan berada di penghujung kisah, namun cukup sukses membuat saya terhenyak.



You May Also Like

0 komentar