Berapa Lama Tema Chicklit Bertahan?

by - Saturday, April 29, 2017



Akhir bulan waktunya jalan-jalan ke toko buku.

Selain untuk melihat-lihat, kalau ada buku yang menarik pasti akan langsung dibeli karena yah, sudah lama sekali saya tidak membaca buku atau novel. Akibat pekerjaan, saya beberapa kali tidak sempat meluangkan waktu untuk membaca. Padahal membaca buku itu asupan wajib setelah makan dan minum.

Melihat timbunan buku yang makin tipis di rak buku rumah, itu berarti waktunya saya mencari buku lagi. Kadang ada rasa kangen untuk membaca novel fiksi apa pun judulnya dan bagaimana akhir ceritanya. Yang penting mem-ba-ca.

Jadi di suatu siang yang berawan, saya melangkahkan kaki ke Gramedia. Di sana sudah pasti banyak buku-buku keluaran terbaru dengan sampul yang keren-keren. Saya terpesona melihat deretan novel dengan sampul berwarna-warni terpajang dengan indahnya.

Sejenak saya tertegun. Kok, kebanyakan novel kategori Chicklit ya? Bukan apa-apa, saya sebenarnya mencari novel yang agak dewasa dalam arti mampu mengajak pembacanya bertindak atau berpikir luas. Sedangkan Chicklit ini rata-rata untuk konsumsi remaja alias ABG. Saya tidak anti Chicklit namun dari novel sejenis yang pernah saya baca, isinya cenderung ringan banget dan terlalu di awang-awang dengan akhir kisah yang mudah ditebak. Beberapa ada yang saya suka karena jujur saja, isinya menyenangkan.



Ini mungkin masalah selera dan kegemaran atau juga umur. Namun mbok ya tak seharusnya seluruh rak buku dipenuhi tema Chicklit. Saya kangen dengan novel zaman dahulu karya pengarang roman Mira W, Marga T, Ike Supomo, Maria A Sardjono atau V Lestari, Mereka mampu memproduksi berpuluh-puluh novel dengan rentang waktu yang panjang.

Saya suka dengan sampul buku Chicklit yang berwarna-warni dengan judul yang unik-unik ini. Sesuatu yang tak terpikirkan oleh generasi pengarang sebelumnya dan ini merupakan jurus marketing yang ampuh untuk menarik minat baca para remaja yang sedang dilanda kasmaran.

Pertanyaannya, akankah tema Chicklit ini bertahan lama seperti generasi pendahulunya tapi dengan genre berbeda? Prediksi saya ini hanya tren yang bakal berganti juga layaknya yang lain. Hanya rentang waktunya saja kita tak tahu. Sepanjang pembacanya masih tetap setia dengan genre itu, penerbit pasti akan tetap memproduksinya. Atau cetak ulang. Beberapa puluh tahun nanti mungkin akan jadi kenangan yang sama seperti saya yang sedang berdiri di rak buku ini dan merindukannya.

Seperti yang saya bilang, saya kangen novel sekaliber karya Mira W cs. Di toko buku ini hanya di seksi sastra saja kita bisa temui yang sejenis seperti itu. Saya ingin membeli novel Pingkan Melipat Jarak karya Sapardi Joko Damono. Namun itu sudah buku yang kedua. Buku pertama tidak tersedia. Bagaimana ini?

You May Also Like

0 komentar