Inteligensi Embun Pagi -Supernova #6

by - Monday, May 15, 2017



Inteligensi Embun Pagi (Supernova #6)
Dee Lestari
Bentang Pustaka, 724 hal
Book Fair, JCC Senayan Jakarta


Sinopsis:


 Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.

Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya. Selain mendapat warisan rumah, Zarah akhirnya berkenalan dengan Gio. Pertemuan keduanya membuat perasaan mereka berdua menjadi senasib.

Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang bernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas.

Ancaman dari kaum Sarvara rupanya bukan sekadar pepesan kosong. Kekuatan mereka nyaris tak bisa dibendung oleh Gio dkk bahkan saat dibantu oleh Infiltran sekalipun. Semuanya harus sekuat tenaga mengerahkan daya kemampuan demi menggagalkan rencana Ishtar dkk.



Ulasan:


Menatap wujud novel terakhir seri Supernova yang tebal dan berat merupakan beban awal yang harus saya kompromikan. Baru kali ini ada novel yang tebal setelah seri Harry Potter yang tema ceritanya agak membuat kening berkerut. Namun dorongan untuk mengetahui isi ceritalah yang membuat saya ingin segera menuntaskannya.

Samar-samar saya masih ingat beberapa tokoh beserta petualangannya di novel yang telah terbit beberapa tahun lalu. Ada Ishtar, Bodhi, Elektra, Zarah (tokoh kesayangan saya), Alfa, Gio ataupun Tony alias Mpret. Seluruhnya dipertemukan dan seakan dirancang untuk sama-sama mencegah munculnya kekuatan Sarvara yang bahkan ingin mengkonversi seluruh peretas agar menjadi sarvara pula.



Jujur saja di Inteligensi Embun Pagi (IEP), awalnya saya merasa tak akrab dengan istilah yang bermunculan semisal Infiltran, sekuens yang hilang, sarvara, gugus Asko, kandi atau tulpa, apalagi bila menilik dialog antar sesama Infiltran. Infiltran ini semacam tim pelindung bagi kaum peretas. Tim ini pun punya fungsi macam-macam, Ada peretas mimpi, peretas memori dan peretas puncak. Memang daya ingat saya gak super canggih banget jadi semua istilah yang pasti sudah pernah muncul di novel Supernova terdahulu malah membuat saya agak tertatih-tatih dalam mengikuti jalannya cerita.

Dalam IEP  tema besarnya adalah para makhluk ras ajaib ini bersatu untuk mencegah kekuatan sarvara yang dimotori oleh Ishtar untuk memasuki portal gerbang (walah, apalagi ini?). Bila ada yang langsung membaca novel IEP tanpa membaca novel Supernova terdahulu, sebenarnya tak apa-apa karena alur cerita ini menurut saya normal saja. Minus dialognya yang tingkat dewa. 

Di luar itu semua, novel IEP sangat menarik untuk ditelusuri karena kita merasakan kedekatan tokoh yang seakan lama menghilang namun kini muncul kembali bahkan muncul dalam satu rombongan. Selain itu ada alur cerita lain yang menceritakan peretas semisal Tony atau pun Candra (Bong). Unsur membumi pun terekam di sini. Apalagi kalau bukan romantisme dan kehidupan pribadi mereka-mereka yang masih memiliki keluarga.

Semua tokoh dibuat tidak saling menonjol sehingga seakan porsinya memang hanya untuk proses penyatuan dan terkesan tidak istimewa. Mereka bisa dibilang tokoh penting semua atau justru sebaliknya. Kalaupun pada akhirnya Alfa Sagala  yang menjadi pemimpin rombongan, menonjol dan jadi martir sesaat, ya mungkin karena ia pernah dekat dengan Ishtar, musuh sarvaranya.

Di pertengahan cerita kita hanya disuguhi oleh penggalangan kekuatan dan terungkapnya masing-masing status pribadi di rumah suaka. Namun mendekati akhir cerita saya merasakan 'kok gitu aja?' Selayaknya penonton ingin melihat para jagoannya menang melawan sarvara. Namun, harapan yang terlalu tinggi dari pembaca justru menghempaskan semuanya. Menurut saya ini peristiwa yang mengecewakan. 

Satu-satunya obat untuk mengendurkan ketegangan adalah kehadiran Duo Infiltran; Kas dan Kell yang menurut saya mereka berdua bisa menjadi semacam malaikat pelindung dan pengawal bagi para peretas yang masih mengikuti darah mudanya. Ucapan Kas yang santai dan nyeleneh mampu memberikan unsur yang sangat membumi.

Oh ya jangan lupakan ucapan Kell yang sangat menyukai chen-doll alias minuman cendol.

Karena akhir cerita yang agak menggantung, bisa jadi sang pengarang akan meneruskan lagi kisah petualangan para makhluk kelap-kelip ini. Entah kapan. Terutama yang saya tunggu adalah petualangan Elektra-Tony dan Gio-Zarah. Saya ingin tahu perjalanan Zarah berikutnya setelah mengetahui kenyataan yang dihadapi Firas sang ayah.

 Namun yang saya bisa catat adalah novel ini luar biasa. Seorang Dee Lestari mampu membuat kisah yang sepanjang ingatan saya belum ada yang menandinginya baik dari segi ide cerita, tema, istilah, hingga ketebalan bukunya. Riset dan pengamatan adalah dua hal yang tak boleh ditinggalkan bila ingin mengusung sebuah kisah yang bergizi.

Bagi sebagian penggemar novel Supernova, kisah yang dituangkan seakan memberi pencerahan dan wawasan bahwa ternyata ada sejenis novel yang bisa mengajak pembacanya memikirkan kosa kata dan dialog yang bukan sehari-hari. Novel yang 'aneh' tapi bisa bikin mencandu.

Daya tarik novel ini bukan saja karena tema cerita tapi juga para tokohnya yang katakanlah tak terlalu tua dari segi usia. Anak muda yang tengah dalam pencarian dan masih terus mencari. Artinya petualangan akan terus berlangsung selama mereka masih kuat. Lain halnya bila ceritanya tentang keluarga. Pasti akan ada titik jenuhnya.

Dalam Supernova, semua tokoh didorong untuk bertualang ke mana-mana. Saya merasa akan sulit untuk difilmkan (seandainya difilmkan) karena film Ksatria Putri Bintang Jatuh saat itu rasanya tidak sukses mengantarkan pesan sesuai dengan yang diceritakan dalam novelnya.

Sekali lagi, ini novel hebat, terlepas dari kemustahilan yang muncul dari sana-sini, Supernova layak dikoleksi.Tiga ganjalan saja di benak saya, sebenarnya apa itu Inteligensi Embun Pagi? Mengapa tak pernah disebut-sebut di sepanjang novel ini? Apa maksudnya?










You May Also Like

2 komentar