Reckless- Gegabah

by - Saturday, November 04, 2017



Reckless (Gegabah)
Sidney Sheldon's Reckless (Tracy Whitney Series, #3)
Tilly Bagshawe
Gramedia Pustaka Utama, 503 hal
Gancit, Gramedia


Sinopsis:


Setelah mengalami peristiwa seru menyelamatkan Jeff Stevens dari cengkeraman psikopat bernama Daniel Cooper, kali ini Tracy kembali harus memulai petualangan yang sangat berbahaya. Misinya adalah mengungkap sosok wanita bernama Althea dan menangkapnya karena diduga ia merupakan penggerak utama berbagai pembunuhan brutal yang dilakukan kelompok anak muda yakni Grup 99.

Alih-alih hanya mengejar Althea dan Hunter Drexel, Tracy akhirnya justru makin terjerumus ke dalam  pusaran permainan badan intel antar dua negara, MI6 dan CIA. Dalam pencarian yang seakan tak kunjung berakhir ini Tracy bertemu kembali dengan Jeff Stevens, sang suami yang akhirnya berada di pihak yang sama setelah sebelumnya mewakili CIA dan bertugas mengejar Hunter Drexel.

Kasus pembunuhan putra mahkota Yunani Pangeran Achileas Constantinos dan keberadaan Grup 99 yang selalu brutal membunuh para pimpinan industri pengeboran hidraulis memang merupakan salah satu pendorong Tracy untuk terjun kembali mencari jawaban atas misteri-misteri yang menghantuinya, selain kematian sang putra dan Blake Carter. Namun tanpa disadarinya pria bernama Cameron Crewe, sang miliuner dan simpatik yang mencintainya setulus hati ini nyaris membuat Tracy kehilangan nyawa.



Ulasan:



Reckless sebenarnya adalah novel yang sangat saya tunggu-tunggu sejak novel terakhir tentang petualangan Tracy sebelumnya ini dirilis.Namun entah gimana isi ceritanya menurut saya kurang heboh atau seru.

(Baca: Chasing Tomorrow. )

Dalam Reckless, sepak terjang Tracy sebagai penipu cantik dan pintar dalam mengelabui siapapun agak kurang terekspos. Kali ini pengarang lebih mengedepankan perasaan sendu, sedih, merana dan seakan tiada ada lagi tenaga untuk dikerahkan untuk memulai petualangan dalam diri Tracy.

Sesuai dengan judulnya, tokoh-tokohnya termasuk Tracy, Jeff, Hunter dan Milton Buck yang bahkan agen rahasia CIA ini pun memang pada petualangannya banyak melakukan tindakan yang gegabah dan sembrono. Namun di sinilah aksi mereka itu berkelindan.

Untuk menutupi gerak yang minimalis bagi sang tokoh protagonis ini, dimunculkanlah tokoh-tokoh lain -sebagian besar maskulin- yang mampu menjadikan jalan cerita serasa hidup. Namun ini justru menimbulkan kekurangan dan bertanya-tanya, ini kisahnya Tracy atau siapa?

Secara alur cerita, kisahnya agak lamban karena ada unsur sentimentil dan banyaknya tokoh yang dijejalkan seperti pimpinan MI6, Frank Dorrien, tokoh-tokoh CIA seperti Greg Walton, Milton Buck, atau Hunter Drexel sang jurnalis yang menjadi sumber kekacauan nomor dua setelah Althea.

Tersirat ada kebingungan karena masing-masing memiliki peran yang abu-abu, namun ini mungkin menjadi semacam teka-teki atau bisa pula mengecoh kita. Pengarang berhasil memutar-balikkan segala hal. Namun poin di sini adalah bagaimana tokoh yang banyak jumlahnya akhirnya mengerucut menjadi satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan yang ditimbulkan.

Salah satu kekhasan dari novel ini adalah keliling dunia melintasi berbagai negara di Eropa dengan panorama dan penggambaran lokasi yang deskriptif baik kastil, pulau, tempat bermain poker, atau jalanan yang sibuk.  Namun, kadang saya merasa sosok Tracy seakan tak hadir dalam perlintasan antar negara Eropa yang menjadi latar pengejaran Hunter Drexel ini. Tracy seakan hanya sekadar figuran yang sosoknya diperlukan bila menyangkut pertemuan dengan Hunter, si jurnalis yang licin bagai belut ini.

Satu-satunya aksi Tracy yang mengesankan dan bagus menurut saya adalah saat ia berhasil menipu Jeff  Stevens untuk mengejar kereta lintas negara menuju Roma. Adegan ini mengingatkan pada gaya Tracy terdahulu saat melakukan penipuan.

Kalau diciptakan lanjutannya, barangkali akan lebih berwarna karakternya dibanding yang saat ini karena bagaimana pun Tracy adalah ikon dan mampu membuat ramai di jagad penipuan Eropa. Seru pasti.




You May Also Like

0 komentar