Sepercik Noda, Seribu Langkah Terbawa

by - Rabu, Desember 13, 2017



Sepercik Noda  Seribu Langkah Terbawa
Maria A. Sardjono
Gramedia Pustaka Utama, 400 hal
Mal Malioboro, Jogjakarta


Sinopsis


Karena  Riri masuk rumah sakit dan sangat parah penyakitnya, Ratri bergegas mencari bantuan ke sana kemari. Namun, apa daya sebagai orangtua tunggal mau tak mau kondisi finansial yang tak mendukungnnya mengharuskannya untuk mengingat satu hal, ayah Riri.

Saat mendatangi rumah Budi/Arya, Ratri memang akhirnya berhasil  mendapatkan biaya untuk melunasi hutang rumah sakit. Namun di saat yang sama, lembar kehidupan Ratri menjadi lebih pelik akibat pertemuan pertamanya dengan sosok yang mengaku sebagai ayah Ratri.

Ratri memang menemukan mantannya di masa lalu namun konflik yang lebih besar ternyata jauh lebih rumit yang ia duga.


Ulasan

Sebenarnya novel-novel Maria A.Sardjono selalu berisi hal-hal yang demikian; wanita dan pria bertemu dalam suatu kondisi, lalu muncul konflik dan pada akhirnya berkomitmen untuk hidup bersama selamanya. Sesuatu yang menarik adalah manakala konflik itu selalu diawali oleh kesalahpahaman yang menumpuk seperti bola salju yang terus menggulung. Lalu proses pemahaman dan eksekusi berakhir damai.

Awalnya seakan begitu mulus jalan ceritanya. Alur pun demikian lancar dengan pertemuan keduanya antara Ratri dan 'ayah Riri'. Selalu ada gejolak di pertengahan cerita. Namun berbeda dari yang sudah-sudah, membaca novel ini saya merasa lelah akibat tersedot oleh polah tingkah Ratri yang kekanak-kanakan.

Ya, pengarang berhasil membuat saya, pembacanya merasa gemas dan sebal dengan tingkah Ratri yang merajuk, menunda-nunda untuk memberitahu di mana salahnya Arya hingga harus melakukan langkah ekstrem yakni pindah rumah. Namun di sinilah hal yang seru dari novel ini karena sebagian besar tingkah Ratri ternyata sangat memaksa  saya untuk membacanya sampai habis!

Penasaran dan bagaimana akhirnya apakah Ratri berhasil mengalah, berkompromi dengan keadaan? Ataukah tetap dengan kekerasan kepalanya? Ya, memang harus dibaca sampai selesai.

Namun yang menggelitik adalah bagaimana pengarang mampu mengolah emosi-emosi yang dilancarkan Ratri dan Arya. Ratri yang kepala batu disandingkan dengan pribadi Arya yang santai dan logis dalam memandang suatu masalah.

Dari novel ini tentunya kita bisa ambil pelajaran dan hikmah dari interaksi dua pribadi yang bertolak belakang yang pastinya akan bermanfaat bagi pembaca yang kebetulan berada di posisi Ratri atau Arya.

Kisah novel ini lumayan untuk sebagai hiburan. Namun agak penat untuk sebagai bacaan.


You May Also Like

0 komentar