Pengalaman Memakai Aplikasi Ipusnas

by - Friday, May 03, 2019



Pengalamannya bagaimana? Biasa, senang, bingung?

Baiklah, di sini saya sekadar berbagi pengalaman saja. Awal ingin menginstal aplikasi Ipusnas sebenarnya hanya gara-gara ingin membaca novelnya Nh Dini yang berjudul Dari Ngalian ke Sendowo.Bisa saja sih membaca tak perlu melalui Ipusnas, tapi kalau ternyata mudah dalam genggaman mengapa mencari jalan yang sulit? Lagipula saya ingin juga menjajal aplikasi perpusnas ini.

Zaman sekolah dulu, saya sering menyambangi perpustakaan ini. Meskipun jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal, namun karena koleksi bukunya paling lengkap saya rela melewati kemacetan di wilayah Salemba ini. Nah dengan hadirnya aplikasi ini, membaca menjadi bagian hidup yang paling nikmat. Hidup menjadi lebih mudah dan praktis,

Oh ya ihwal memasang aplikasi ini juga karena ada salah satu netizen yang memamerkan bacaannya melalui Ipusnas. Jadi, ya semakin terdorong untuk mamasang dan merasakannya.

Langkah-langkahnya cukup mudah untuk pemasangannya dan saya langsung bisa menemukan novel yang ingin saya cari dan baca. Di Ipusnas ini, setiap akan meminjam bukunya, kita harus mengunduhnya terlebih dahulu. Hasil unduhan akan tersimpan di bookshelf atau rak virtual kita.

Sejauh ini sih, lumayan menyenangkan karena prosesnya sangat lancar. Tapi begitu sudah berada di tahap membaca, saya merasa kurang puas karena ternyata peminjaman buku ini hanya dibatasi waktu 3 hari saja. Rasanya kurang asyik saja karena begitu kita ingin membaca, diam-diam bukunya sudah ditarik lalu hilang di rak.

Padahal zaman masih sekolah setiap pinjam buku pasti waktu peminjamannya selalu diberi satu minggu. Dan di hari ke-4 biasanya saya sudah tuntas membaca.

Dan bila ingin membaca lagi, kita harus mengunduh lagi. Kalau hanya mengunduh lalu bisa dibaca dengan baik sih tak apa-apa. Namun yang terjadi adalah setelah saya mengunduh novel yang sama, ponsel saya malah hang! Tidak bisa bergeser ke mana-mana selain harus restart.

Karena masih penasaran lalu saya instal ulang lagi, saya cari novelnya hingga kemudian muncul di rak virtual kembali. Setelah itu barulah saya baca dengan waktu peminjaman lagi-lagi...3 hari.

Sebenarnya sangat menyenangkan membaca melalui peminjaman buku digital semacam Ipusnas. Saya pun melakukan ini hanya taraf mencoba-coba saja dan sekadar ingin tahu. Sesungguhnya saya tetap lebih sreg membaca buku yang bisa dipegang dan tercium kertas halamannya. Karena saya penasaran dengan novel-novel karya Nh. Dini  namun tidak tahu di mana harus membeli bukunya, maka saya tergoda untuk semacam memasang Ipusnas.

Selain memasang aplikasi Ipusnas, saya sukses pula memasang Wattpad, dan Bookmate untuk dijadikan pembanding dan selingan dalam membaca. Dua aplikasi buku yang disebut terakhir ini cukup membuat saya puas karena tidak dibatasi waktu dalam membaca.

Namun tetap saja, kegiatan membaca buku saya paling menyenangkan adalah menggenggam dan meraba tulisan yang tercetak di dalam buku itu serta mengagumi sampulnya yang indah.


You May Also Like

0 komentar