Mantappu Jiwa, Berbagi Cerita tentang Semangat, dan Pantang Menyerah

by - Wednesday, September 11, 2019



Mantappu Jiwa
Jerome Polin Sijabat
Gramedia Pustaka Utama, 206 hal, + 10 latihan soal
Gramedia- Gancit


Sinopsis:

Sebagai anak yang terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja, Papa yang pendeta dan Mama seorang ibu rumah tangga, Jerome sadar sejak kecil ia harus berusaha lebih keras bila ingin mendapatkan sesuatu. Termasuk saat ingin ikut les Matematika yang sedang hits, Kumon. Karena tak ada biaya, Jerome terpaksa mengubur keinginannya.

Kala angan-angannya melambung untuk mengunjungi Disneyland dan kesulitan untuk ke sana, tiba-tiba ide itu muncul. Untuk ke Disneyland ia harus kuliah di luar negeri. Dan karena tak ada dana, maka jalan satu-satunya adalah mengejar beasiswa penuh. 

Maka sejak hari itu dimulailah hari-hari panjang anak Jakarta yang pindah ke Surabaya ini menapaki berbagai latihan pemanasan guna memperlancar jalan untuk mengikuti tes ujian masuk demi mendapatkan beasiswa. Berbagai olimpiade Matematika yang diadakan selalu diikutinya hingga akhirnya mimpi itu terwujud juga. Bersekolah di salah satu universitas di Jepang.


Ulasan: 


Buku ini menceritakan tentang semangat pantang menyerah yang dimiliki seorang anak muda Indonesia dalam mewujudkan ambisinya untuk bersekolah di universitas Waseda Jepang dengan beasiswa penuh. Ada hal-hal yang nampaknya mustahil untuk bisa lolos namun berkat campur tangan Tuhan segalanya menjadi mungkin.

"Dan tentu saja semua usaha itu kami lapisi doa siang malam." hal 17

Buku ini kelihatan ringan karena disusun dengan bahasa yang mudah dicerna dan gaul, namun bila kita membacanya, nampaklah aslinya...serius dan berat! Bagi mereka yang sedang  berburu beasiswa ke luar negeri, buku ini bisa dijadikan panduan, acuan sekaligus penyemangat karena sejujurnya saya gak doyan Matematika, Jadi ketika membaca Jerome menuturkan bagaimana ia memecahkan kalkulus, diagram atau simetri apalah...saya hanya bengong sekaligus kagum.



Zaman saya sekolah dahulu, bisa memecahkan diagram Venn saja ( coba tebak angkatan tahun berapa?)  sudah bersyukur banget, bahkan melakukan persamaan dalam hitungan Integral saja perlu berkali-kali mengernyitkan dahi ditambah belibet menyebut Cosinus, Sinus atau Tangen. Lha  ini ternyata ada calon Menteri Pendidikan yang mencari jawaban matematika dengan hanya dibatasi waktu sekitar 7-8 menit per soal, kemudian ternyata jawabannya benar, gimana gak terkesima?

Buku ini tak hanya menceritakan kesuksesan dalam menembus masuk ke universitas Tokyo yang favorit itu, namun juga jatuh bangun seorang anak muda dalam menggapai cita-cita agar bisa memperoleh nilai tertinggi dan menembus sulitnya masuk universitas di Jepang.

Ada pengorbanan yang harus dilakukan demi mencapai target yang diinginkan. Kita akan melihat bahwa Jerome adalah anak yang tekun, determinasi tinggi, disiplin dan pantang menyerah dalam mempelajari sesuatu. Entah bahasa Jepang, tulisan Jepang atau hidup sebagai perantau yang harus hidup sehemat mungkin di negeri orang. Nilai-nilai seperti ini yang sebaiknya bisa diterapkan bagi anak muda yang katanya Millenials ini dan maunya apa-apa yang serba instan.

Bahwa untuk meraih sesuatu tidak selalu dengan cara yang mudah, dan kesulitan akan terasa mudah bila kita mengasahnya berulang kali sampai paham.

Bukunya sendiri digarap serius dan menarik. Penuh warna-warni khas anak muda yang ceria  ditambah dengan ilustrasi kondisi si penulis dan kata-kata mutiara ala #rumusjerome. Pemilihan jenis hurufnya juga sangat unik seolah ini adalah buku catatan harian penulisnya ditambah coret-coretan soal baik Matematika, Kimia, atau Fisika yang digarap di sana-sini.



Membaca buku ini hanya membutuhkan waktu sehari saja. Buku boleh tipis namun dampaknya luar biasa. Dan mengamati soal-soal yang terhampar mengingatkan kembali bahwa masa sekolah SD hingga SMU adalah masa menempa diri, menyerap sebanyak-banyaknya berbagai ilmu pengetahuan dan menerapkannya di kehidupan nantinya.

Sosok Jerome sendiri diceritakan selain kuliah juga nyambi membuat kegiatan yang bermanfaat seperti membuat konten Youtube atau ikutan medsos dan menularkan hal-hal bermanfaat seputar pendidikan dan Jepang. Jadi rupanya selain dikenal selalu serius dan menenteng-nenteng buku Matematika ke mana-mana, ia juga butuh pengalihan sekaligus penyegaran.Bolehlah.

Mantappu Jiwa adalah buku penyemangat dan unik. Penyemangat karena penulis menularkan virus semangat dalam meraih apa pun yang kita inginkan. Unik karena tata letak dan gaya bertuturnya sangat tepat sasaran dan lain dari yang lain. Baru terbit bulan kemarin ( Agustus 2019) saja sudah cetak ulang yang keempat, pertanda negeri ini butuh semangat besar dan orang-orang pintar terutama di kalangan Millenial atau para siswa yang bingung selepas SMU nanti.

You May Also Like

0 komentar