Mahogany Hills, Kesempatan Kedua dan Perjodohan yang Bahagia

by - Wednesday, July 08, 2020

\



Mahogany Hills
Tia Widiana
Gramedia Pustaka Utama
iPusnas

Sinopsis

Paras dan Jagad dipertemukan dalam suatu pertunangan dan akhirnya menikah. Perjodohan ini sangat berat dilakukan lantaran Jagad masih mencintai Nadia, kekasih lamanya. Kebalikan dengan Paras yang langsung menyambut pernikahan ini dengan suka cita karena sejak lama ia memang telah mengagumi dan mencintai suaminya.

Jagad tak ingin Paras berlama-lama merasakan indahnya pernikahan semu ini. Selain ia telah telanjur berjanji untuk menikahi Nadia, sesungguhnya pria yang dingin ini ingin agar Paras lah yang mengajukan cerai. Selama tinggal di rumah indah dengan alam yang sejuk di Sukabumi bernama Mahogany Hills, keduanya menjalani kehidupan suami istri yang semu. Berpura-pura.

Dan ketika kecelakaan merenggut janin yang dikandung Paras, Jagad akhirnya dihadapkan pada kenyataan besar serta kesempatan kedua yang tak mungkin ia tampik lagi.

Ulasan


Perhatian, ini adalah novel rilisan lama tapi kisah di dalamnya sangat relevan dengan di masa sekarang.

Keinginan untuk membaca novel ini terjadi hanya karena ada salah satu netizen di komunitas baca yang memposting bacaannya di sosial media. Novel drama yang bertema relationship dengan sampul yang kurang menarik ternyata menyimpan cerita yang bagus. 

Biasanya untuk membaca suatu novel percintaan pasti ada saja yang kurang sreg karena dari setiap kasus cerita yang selalu saya temui, temanya selalu yang berorientasi pada kisah yang dijalani anak muda, anak kuliah atau anak sekolah alias ringan-ringan saja ditambah dengan bumbu roman yang lebay. Jarang sekali saya menjumpai novel romansa yang tokohnya berada di rentang usia 29-39 tahun dengan permasalahan yang dipaparkan begitu serius, detail dan terencana.

Tiba-tiba saja saya menemukan novel berjudul Mahogany Hills ini. Di awal membaca bahkan di paragraf pertama saja, saya temukan diri saya yang langsung terpikat oleh larik-larik katanya yang sederhana. Jangan bandingkan dengan novel yang pernah saya baca sebelumnya yang penuh dengan dialog berbahasa Inggris, kehidupan yang glamor atau terbang ke luar negeri lengkap dengan latar keluarga yang snob.

Gak, gak akan ditemui kisah seperti itu dalam novel ini. 

Dalam waktu 3 hari saja akhirnya saya selesaikan untuk membacanya lewat iPusnas. Ternyata novel ini sudah lama sekali terbitnya yaitu tahun 2013. Namun anehnya, permasalahan yang diangkat tetap aktual sampai kini. Permasalahan rumah tangga dengan kekalutan yang tebal dan melingkupi sepasang suami istri ini merupakan kasus yang sangat long lasting, kapan saja bisa diangkat,ditemui dan dialami setiap pasangan.

Cinta yang aneh 

Paras yang mencintai Jagad tampaknya bertepuk sebelah tangan saat memasuki dunia rumah tangga. Istri yang sungguh-sungguh berbakti namun mendapati suaminya tak sekalipun memberi balasan cinta. Pasti menyakitkan, kan? Setelah beberapa waktu berlalu diselingi benci dan cinta, giliran Jagad yang tak ingin Paras pergi. Sementara Paras tak lagi mencintai suaminya.

Saya ikut tertegun dan juga hanyut dalam perselisihan dan tarik ulur keduanya yang diangkat dengan manis oleh penulisnya. Terkadang saya memihak jalan pikiran Jagad, terkadang saya jatuh iba oleh pengabdian tak berkesudahan yang dijalani Paras. Keduanya menanggung rindu dan benci yang tumpang tindih dan sukses mempermainkan emosi.

Saya bukan penikmat novel bertema cinta romansa begini tapi membaca Mahogany Hills saya jadi menyadari dan cukup membuka mata bahwa tema cinta terutama permasalahan rumah tangga dan perjodohan ternyata bisa dikisahkan dengan indah dan sederhana walaupun eksekusi akhirnya, yang sejujurnya, sangat nanggung.

Sekilas alur kisahnya mirip FTV atau sinetron atau film drama, namun bila dituangkan ke dalam format tulisan, rasanya justru lebih merasuk jiwa dan mempengaruhi emosi. Terlebih lagi dengan dialog-dialog cerdas di antara keduanya menyebabkan novel ini sungguh hidup dan layak sebagai pemenang I Lomba Penulisan Novel Amore 2012.

Kesempatan Kedua

Sebagai pecinta drama, saya cukup senang dan suka ketika pengarang menceritakan detail-detail yang tepat dalam menceritakan kondisi sang tokoh. Bagaimana Paras yang memendam rasa ketidaksukaannya terhadap mantan kekasih Jagad harus melakukan 'perang terbuka' dengan suami sendiri, bagaimana Jagad sendiri yang bersedia melakukan apa pun demi mengenyahkan rasa cinta yang diam-diam muncul seiring perjalanan keduanya berperan sebagai sepasang suami istri dengan bersikap dingin dan apatis. Seluruhnya tergambar lewat simbol dan perasaan yang diungkapkan dengan nada yang ciamik.

"Menurutmu sendiri bagaimana? Kau tahu kan, kita menikah karena dijodohkan?" Paras menjawab dengan segera, "Cinta bisa datang karena terbiasa." hal. 289 


Cerita yang indah dan sederhana. Dialognya bernas, membumi dan tidak ruwet. Banyak sekali cerita tentang pernikahan dan bagaimana pengarang mengarahkan tokohnya untuk mengakhiri penderitaan.  Demikian pula dengan Mahogany Hills ini. Alih-alih menghilangkan ancaman dari orang kedua atau pergi, pengarang lebih memilih memberikan kesempatan kedua untuk menata perasaan dan hati.Sangat win-win solution.

Nyaris sama akhirnya namun yang membedakan dari kisah ini adalah pengarang mampu memberikan solusi yang tetap berpijak di bumi alias sederhana saja. Pemilihan sub alur yang tidak monoton dan tidak pasaran kian membuat pembaca merasa terkejut dengan bagian akhirnya dan ikut berdamai dan lega oleh kondisi tokoh-tokohnya.




You May Also Like

0 komentar