Rencana Besar: Rencana yang Brilian

by - Friday, August 14, 2020



Rencana Besar
Tsugaeda
Bentang Pustaka, 373 hal
iPusnas


Sinopsis

Tak seujung kuku pun sang detektif bernama Makarim Ghanim menyangka bahwa pertemuannya dengan Agung Sudiatma, seorang wakil direktur bank Universal Bank of Indonesia mengantarkannya pada gejolak penyelidikan yang ruwet, menyerempet bahaya serta mengakibatkan jatuhnya nyawa.

Ia harus menelusuri hilangnya uang sebesar 17 milyar secara misterius dari laporan keuangan bank tersebut. Ditambah lagi Makarim harus menyelidiki ketiga karyawan bank yang dicurigai yaitu Rifad, Amanda dan Reza. Padahal ketiga anak muda ini merupakan karyawan yang sangat membanggakan bagi perusahaan. Seakan tak ada celah bagi mereka untuk ditemukan hal yang cacat.

Segala peristiwa semakin berkembang seiring kian terkuaknya dalang sesungguhnya. Ketika naluri dan fakta telah tercampur aduk, maka bukti menjadi kekuatan akhir untuk menjegal pelakunya. Makarim Ghanim akhirnya sadar bahwa sebuah Rencana Besar telah disiapkan.


Ulasan


Setelah tanpa sengaja membaca karya Tsugaeda sebelumnya yang berjudul Sudut Mati, rupanya saya tidak berusaha berburu mencari karya-karyanya yang lain. Dan itu adalah kesalahan. Sebagai penikmat bacaan, biasanya jika saya jatuh cinta pada tulisan si pengarang, saya akan bergegas mencari karya-karya lainnya dari si pengarang ini. Namun entah mengapa saya tidak melakukannya. Lebih parahnya lagi saya tidak mencari tahu lebih jauh lagi. Padahal ada satu lagi karya Tsugaeda yang sangat membuat saya terkesima dan tak kalah serunya.

(Baca: Sudut Mati, Dunia Hitam Korporasi)

Dan, novel yang membuat saya cukup terpukau adalah ini, Rencana Besar. Jujur saja saya menyesali mengapa saya baru tahu ada novel beliau yang sangat bagus ini. Apakah karena saya tidak mau tahu atau memang tidak ada di deretan etalase toko buku terkemuka, atau penjualannya yang biasa saja sehingga luput dari radar mata saya?

Lantas, bagaimana saya bisa menemukan novel ini? Itu karena lagi-lagi tanpa sengaja saya mengetik nama pengarang Tsugaeda di aplikasi iPusnas dan, jadilah saya mulai membaca serta terkejut dengan jalinan alur cerita yang dahsyat ini.


Mengesankan

Novel ini sangat menakjubkan karena sedikit sekali ada novel yang menceritakan sepak terjang korporasi, bisnis dan urusan dalam kantor yang dicampur dengan intrik dan muslihat yang rapi. Di luar itu semua, angkat topi untuk pengarang yang mampu dan fasih sekali dalam menceritakan seluk beluk bisnis yang bagi orang awam sangatlah berisiko, yakni tentang bank.

Saya sangat suka dengan alurnya yang menceritakan penyelidikan bernuansa detektif ini. Apalagi pembaca disodori tiga tokoh lainnya yang sama-sama memiliki karakter yang abu-abu. Tidak jahat namun juga tidak baik sekali.

Langkah-langkah yang diceritakan menuntun pembaca pada suatu kesimpulan yang menyesatkan. Ada beberapa petunjuk yang bisa mengarahkan namun saya pribadi lebih suka membiarkannya untuk mengikuti ke mana pun cerita itu akan dibawa. Meskipun sedikit ada rasa terselip untuk ikut menebak juga siapa pelakunya.

Cerita yang diangkat bisa saja terjadi di dalam kehidupan nyata namun bila itu hanyalah fiksi, ini pasti adalah fiksi yang aktual, yang nyata karena ceritanya sangat jelas dan menyakinkan. Seperti misalnya pada peristiwa si pegawai perempuan yang berprestasi bernama Amanda ini diculik lalu si pria tokoh detektif kita ini mengejar dan menyelamatkan si perempuan, khayalan saya sudah mirip adegan kejar mengejar yang seru bercampur tembakan dan desingan peluru yang beterbangan dalam sebuah film, pokonya seru banget.

Mempermainkan Emosi

Saya merasa Tsugaeda adalah satu-satunya penulis novel di Indonesia yang bermain di genre thriller ini. Kemampuannya dalam memainkan alur, penokohan yang pas, kefasihannya dalam menggeluti jeroan korporasi sangat mengagumkan. Belum ada yang menyamainya.

Kelihaiannya dalam meramu alur cerita yang terkesan simpel -hanya masalah penggelapan uang saja- nampaknya sukses mengecoh sebagian pembacanya. Sama seperti dalam Sudut Mati, Tsugaeda mempermainkan emosi antar tokoh. Makarim yang awalnya berjarak dengan Reza justru berbalik membelanya. 

Ketika masalah uang sudah terselesaikan, kita akan mengira kasus telah terpecahkan. Ternyata ada rencana besar yang memerlukan kerja sama seluruh pihak dan terencana rapi. Betapa jeniusnya bila ini benar-benar ada di kehidupan nyata. Sang perancang telah membuatnya dengan sebaik-baiknya.

Berhasil

Bisa dibilang ceritanya berhasil. Berhasil dalam menggiring pembaca untuk mempercayai hal yang salah. Saat membacanya, saya sama sekali tidak menduga akan berakhir seperti ini. Gambaran tokoh jahat tidak terlalu menyolok dan tersamarkan oleh sikapnya yang biasa. Sementara tokoh detektif kita, Makarim seakan mewakili pembaca yang kritis, sederhana dan melakukan berbagai spekulasi demi memuaskan si pemberi tugas.

Akhir kata novel ini sekali lagi sangat menakjubkan, bagi penggemar cerita thriller, ketegangan yang ditawarkan dari kisahnya menurut saya belum ada tandingannya. Kekurangan dari novel ini menurut saya justru dari judulnya yang kurang ciamik, kurang khas, kurang mengundang, atau malah kurang misterius. Sedangkan ilustrasi sampulnya sangat sederhana namun sangat jelas maknanya. 



You May Also Like

0 komentar