The Dry: Kemarau dan Kesedihan Masa Lampau Aaron Falk

by - Thursday, October 29, 2020




The Dry (Aaron Falk #1)
Kemarau
Jane Harper
Gramedia Pustaka Utama 440 hal
iPusnas


Sinopsis

Kedatangan Aaron Falk ke tempat kelahirannya di Kiewarra, tak hanya sekadar berbelasungkawa atas meninggalnya sahabat karib dan teman kecilnya Luke, namun lebih dari itu. Ia harus mengurai masa lalu dan mengungkap tabir yang terus membelenggu pikiran dan tidur malamnya. Tak ada yang lebih menyesakkan selain kenangan-kenangan dan peristiwa terbunuhnya kedua sahabatnya Ellie Deacon dan Luke Hadler yang muncul terus menerus dalam benak.

Dibantu oleh Sersan polisi setempat Raco, Falk yang adalah penyelidik Federal bidang keuangan mulai mengumpulkan data dan menyelidiki kasus yang menghebohkan ini. Ia terpaksa kembali berhubungan dengan teman-teman di masa lalu serta warga Kiewarra yang beraneka ragam wataknya. Penyelidikan kematian yang awalnya hanya demi memenuhi permintaan kedua orangtua Luke akhirnya melebar dan seolah tak berujung serta justru membuka luka lama.

Lalu ketika sebuah perkelahian di bar terjadi, Falk sadar peristiwa itu adalah kunci petunjuk untuk menuntaskan serta mengungkap siapa dalang di balik kematian Luke sekaligus kisah memilukan Ellie Deacon.


Ulasan


Awalnya hanya karena saya tiba-tiba rindu sekali ingin membaca cerita yang ditulis oleh pengarang luar negeri. Saat ada yang mereferensikan karya Jane Harper ini, sontak rasa ingin tahu dan penasaran mengepung pikiran selama berhari-hari. Apakah akan sesuai dengan estimasi? Apakah saya akan terkesima? Dan yang terpenting apakah ceritanya sangat menarik?

Luke bohong. Kau bohong. Datanglah ke pemakaman


Kalau dilihat dari gambar sampul bukunya yang berupa pohon meranggas dengan latar langit senja, sekilas ini adalah kisah yang membosankan dan kurang menarik, begitu anggapan pertama saya. Namun membaca tak mungkin bergantung hanya pada sampul buku saja bukan? Banyak kisah novel berbobot yang justru menampilkan sampul buku yang terbilang biasa dan sederhana. Pepatah yang berbunyi "Jangan menilai buku dari sampulnya" ada benarnya juga. Setidaknya di novel The Dry ini.

Siapa pelakunya?


Di awal kisah kita hanya akan dibawa oleh duka cita dan rasa terkejut yang ditunjukkan oleh warga Kiewarra akibat peristiwa pembunuhan menggemparkan yang menimpa keluarga Luke. Istri dan anaknya tewas oleh sebuah tembakan jarak dekat di rumahnya.

Tuduhan awal ditujukan pada Luke yang mungkin ingin menghabisi keluarganya. Tetapi Luke sendiri juga mati tertembak. Orang menyangka ia mati bunuh diri. Warga Kiewarra tetap pada asumsi bahwa Luke memang sengaja membunuh keluarganya sendiri akibat terlilit masalah keuangan.

Hanya kedua orang tua Luke yang yakin bahwa keluarga Luke dibunuh dan Falk pun akhirnya hadir sebagai penguat jiwa dan jangkar terakhir dalam memecahkan misteri.

Setiap membacanya lembar demi lembar, ceritanya seakan tak mengizinkan saya untuk berhenti. Begitu menegangkan dan mengikat. Novel suspense ini makin mendebarkan dengan tensi yang kian menukik menjelang akhir. Bahkan lebih. Pengarang mengajak pembacanya memahami satu per satu permasalahan yang menyelubungi warga sejak Falk masih kanak-kanak. Saling kait mengkait satu sama lain dan menimbulkan amarah dan dendam yang terus dipelihara.

Selapis demi selapis pengarang membuka aib dan celah setiap kebiasaan warga Kiewarra. Ada sesuatu yang terus menjadi pertanyaan dan pengarang berhasil membungkusnya sampai di akhir cerita.

Plot ganda


Cara Jane Harper menceritakannya sangat detail. Satu per satu ditautkan dengan runtut peristiwa-peristiwa yang melatar belakangi semua. Mulai dari perilaku kepala sekolah Scott Whitlam yang gila judi hingga alibi yang diciptakan Luke saat Ellie ditemukan tewas di sungai. Semua seakan hanya berupa serpihan potongan kecil yang tanpa sadar bila disatukan akan berubah menjadi rangkaian sebab akibat dan saling berhubungan.

Alur ceritanya memiliki kilas balik di beberapa bagian namun tidak membingungkan. Kalau ada pengarang yang menyisipkan kilasan masa lalu berarti cerita akan semakin kompleks.  Bahkan menurut saya ada dua plot cerita yang ingin diangkat. Plot pertama tentang pembunuhan Luke, plot kedua tentang masa lalu Falk sendiri yang memiliki beban traumatis akibat sang ayah dituduh sebagai pelaku pembunuhan Ellie.

Plot ganda ini agak-agak riskan karena apabila salah satu plot ini menonjol dari yang lain, maka cerita akan berubah datar atau hambar. Hebatnya, pengarang memberikan porsi yang sama besar untuk mengisi alur kisahnya dengan baik saling menjalin dan melengkapi baik masa lalu dan masa kini. Satu per satu terselesaikan. Lancar mengalir selayaknya sebuah cerita yang menegangkan.

Simbol amarah


Lalu apa kaitannya dengan The Dry atau Kemarau? Musim yang penuh kekeringan di wilayah Australia ini agaknya memang menjadi penyulut terbesar terjadinya kebakaran besar. Namun dalam kacamata lain musim kemarau dengan kekeringan panjang juga dipandang sebagai simbol kegusaran, amarah, kebencian. keputusasaan dan ketidakberdayaan.  Sebagai latar cerita agaknya kemarau berhasil menjadi tautan penyebab atas segala masalah yang ada di Kiewarra. Kemarau panjang seakan nampak seperti neraka panas yang mampu membakar dalam sekejap.

"Kota ini...Scott, dengarkan aku, kota ini dan penduduknya bakal terbakar hingga rata dengan tanah" hal 408

The Dry tidak sekadar bercerita tentang kekeringan semata tapi juga kondisi psikis penduduknya. Emosi yang tertanam dalam diri masing-masing tokoh seperti Gretchen, Scott, Grand Dow, bahkan Mal Deacon merupakan wakil dari gambaran musim kering itu sendiri. Novel ini juga selalu menyimpan kejutan di sana-sini dan yang paling membuat saya terkesima adalah pengungkapan kematian Ellie Deacon. Seakan tidak ada kaitannya dengan Luke tetapi masih berhubungan dan menautkan penggalian ingatan masa lalu  Falk. Percayalah kisah tentang Ellie Deacon sungguh tak kalah memilukannya dibanding kematian Luke. 

Meskipun telah rilis tiga tahun yang lalu, membacanya di masa sekarang tak akan merasa tertinggal. Apalagi pengarang mendeskripsikan wilayah desa, kebiasaan warga serta perasaan Falk dengan sungguh-sungguh nyata seakan memang pernah ada peristiwa semacam ini. Padahal sejujurnya ini adalah fiksi.

Kisah pembunuhan penuh dengan intrik mungkin sudah banyak diceritakan. Namun gaya penyuguhan cerita seperti yang dilakukan Jane Harper barangkali yang pertama saya temukan. Dua plot cerita diselesaikan dengan elegan.


Difilmkan


Selesai membaca novel ini biasanya saya akan membayangkan seandainya saja kisahnya bisa dibuatkan filmnya. Novel ini bagus dan rasanya bila difilmkan akan lebih kuat lagi pesan yang disampaikan. Ternyata tak lama kemudian pengarangnya mengabarkan bahwa film The Dry telah rampung dibuat! Serunya lagi, pemeran Aaron Falk adalah....Eric Bana. Ya, sesuai kalau begitu.

Tunggu saja rilisnya. Kemungkinan tahun depan, 2021 baru bisa kita saksikan. Semoga Corona sudah berakhir. Aamiin.

You May Also Like

0 komentar